Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Terra Drone Itu Perusahaan Apa? Kebakaran hingga Sebabkan 22 Orang Tewas, Pramono Anung Beri Sorotan Tegas

Laila Zakiya • Kamis, 11 Desember 2025 | 16:26 WIB

 

Petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran di toko elektronik kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025).
Petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran di toko elektronik kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025).

SOLOBALAPAN.COM - Sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Tragedi ini memunculkan sorotan tajam terhadap standar keselamatan bangunan hingga operasional perusahaan yang bergerak di bidang teknologi drone tersebut.

Sebagai perusahaan global, nama Terra Drone sebelumnya lebih banyak dikenal lewat inovasi teknologi.

Namun setelah kebakaran besar yang diduga dipicu baterai drone tersebut, fokus publik beralih pada keselamatan kerja dan kepatuhan bangunan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung pun turun langsung memberikan penilaian tegas terkait penyebab banyaknya korban jiwa.

Apa Itu Terra Drone?

Terra Drone merupakan penyedia layanan drone global yang menawarkan teknologi survei udara, inspeksi infrastruktur, hingga analisis data.

Mengutip situs resmi perusahaan, “Terra Drone adalah salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia yang menawarkan solusi mutakhir untuk survei udara, inspeksi infrastruktur, analisis data, dan lain-lain. Terra Drone berkantor pusat di Jepang dan hadir di semua bagian dunia melalui jaringan mitra perusahaan grup dan kolaborator teknologi-nya.”

Didirikan pada 2016, strategi global Terra Drone dilakukan dengan menggabungkan teknologi tingkat tinggi dan pengetahuan lokal.

Pada 2020, perusahaan ini bahkan dinominasikan sebagai penyedia jasa drone nomor satu di dunia oleh Drone Industry Insight.

Di Indonesia, Terra Drone beroperasi melalui Terra Drone Indonesia (sebelumnya PT Aero Geosurvey Indonesia).

Perusahaan ini menjalankan layanan survei udara berbasis UAV untuk pemetaan, pemodelan, inspeksi industri, serta menyediakan pelatihan penggunaan drone.

Baca Juga: ASTAGA! Guru Ngaji UF Anak Tokoh Agama Bangkalan Diduga Lecehkan Lebih dari 30 Santriwati, Polda Jatim Kebut Panggil Saksi

Pernyataan Resmi Terra Drone Jepang dan Indonesia

Usai insiden kebakaran, Terra Drone pusat di Jepang langsung mengeluarkan permintaan maaf.

Dalam dokumen resmi mereka menyatakan, “Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan.”

Terra Drone Indonesia turut menyampaikan belasungkawa dan menegaskan prioritas mereka ialah membantu para karyawan maupun keluarga korban.

Melalui pernyataan di Instagram, perusahaan menuliskan, “Fokus kami saat ini adalah memberikan dukungan kepada para karyawan serta keluarga yang terdampak.”

Identitas Seluruh 22 Korban Berhasil Diidentifikasi

Tim DVI Polri mengonfirmasi seluruh korban kebakaran telah berhasil diidentifikasi pada Rabu (10/12/2025).

Karumkit Polri Brigjen Prima Heru menjelaskan, “Sampai sore hari ini, Rabu tanggal 10 Desember 2025 pukul 16.53 WIB, tim DVI telah menyelesaikan seluruh terhadap 22 kantong jenazah.”

Ia menambahkan, “Jumlah korban yang dilaporkan sampai saat ini mencapai 22 orang dan pada pukul 15.30 WIB tadi kami sudah melakukan rekonsiliasi ketiga untuk menentukan identitas korban... Jadi total 22.”

Nama-nama korban berasal dari berbagai daerah dan rentang usia, mulai dari 18 hingga 40 tahun, terdiri atas 15 perempuan dan 7 laki-laki.

Sorotan Tegas Pramono Anung: Gedung Tidak Siap untuk Situasi Darurat

Gubernur Jakarta Pramono Anung memberikan evaluasi keras setelah meninjau langsung lokasi.

Ia menilai bahwa gedung tempat Terra Drone beroperasi tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.

Pramono menegaskan, “Memang problem utamanya adalah gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan rescue kalau terjadi kebakaran.”

Meskipun gedung memiliki APAR dan hidran, Pramono menyoroti akses keluar masuk yang hanya satu dan tidak adanya jalur evakuasi.

Ia mengatakan, “Yang tidak ada adalah bagaimana kemudian mereka kan menjual ataupun menyiapkan baterai litium untuk dronenya, yang jadi problem kan kemarin itu. Ketika kebakar, akhirnya orang, karyawannya, naik ke atas semua, kemudian asap dari bawah.”

Ia juga menilai pembangunan gedung tersebut tidak memenuhi aturan, “Ini kan pasti dibangun tanpa aturan. Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang yang gak bisa turun ke bawah.” (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Terra Drone #kebakaran #kemayoran