SOLOBALAPAN.COM - Jagat maya sedang panas. Sosok Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, kini menjadi sasaran amuk warganet.
Pemicunya adalah pernyataannya yang dinilai meremehkan aksi solidaritas publik dalam menggalang dana untuk korban bencana banjir di Sumatera.
Dalam rapat kerja dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Senin (8/12/2025), Endipat melontarkan sindiran pedas.
Ia membandingkan donasi publik yang digalang oleh influencer (diduga kuat Ferry Irwandi) dengan anggaran negara yang nilainya triliunan.
"Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar. Negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu," ucap Endipat dengan nada yang dianggap arogan oleh publik.
Ia juga meminta Komdigi agar kinerja pemerintah diviralkan, supaya tidak kalah pamor dengan pihak-pihak yang ia sebut "Sok paling-paling di Aceh/Sumatera".
Pernyataan ini sontak memicu kemarahan netizen yang menilai wakil rakyat tersebut tidak peka terhadap empati masyarakat.
Jejak Pendidikan Mentereng: Taruna Nusantara hingga ITB
Lantas, siapa sebenarnya Endipat Wijaya? Di balik pernyataan kontroversialnya, Endipat memiliki rekam jejak akademis yang sangat impresif.
Ia merupakan alumnus salah satu sekolah paling bergengsi pencetak pemimpin bangsa, SMA Taruna Nusantara di Magelang.
Lulus dari sana, Endipat melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Sarjana Teknik Metalurgi pada tahun 2006.
Tak berhenti di situ, ia juga memperdalam ilmu manajemen dengan meraih gelar Magister Manajemen dari Swiss German University pada 2019.
Karier Profesional: Dari Tambang Batu Bara ke Senayan
Sebelum terjun ke politik, Endipat adalah seorang profesional di sektor industri berat.
-
Awal Karier: Teknisi di Double A Group (Pulp and Paper).
-
Pertambangan: Berkarier di PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu raksasa tambang batu bara di Kalimantan Timur.
Ia mulai merapat ke Partai Gerindra pada tahun 2011.
Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, Endipat membuktikan taringnya dengan meraih 105.413 suara, menjadikannya peraih suara tertinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau.
Instagram Langsung Digembok
Kini, sebagai anggota Komisi I yang membidangi pertahanan dan intelijen, Endipat justru tersandung masalah komunikasi publik.
Sindiran "Cuma 10 Miliar" yang ia lontarkan dianggap melukai hati rakyat yang tulus berdonasi.
Akibat serangan masif dari netizen yang kecewa, akun Instagram pribadinya @endipat.wijaya terpantau telah dikunci (digembok) untuk menghindari komentar pedas lebih lanjut.
Publik menyayangkan sikap lulusan sekolah kepemimpinan sekelas Taruna Nusantara yang justru dinilai mengecilkan arti gotong royong masyarakat di saat bencana. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo