Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ini Sosok Endipat Wijaya, Anggota DPR yang Sindir Donasi Rp10 M Ferry Irwandi: Seolah-olah Negara Tidak Hadir!

Laila Zakiya • Selasa, 9 Desember 2025 | 17:10 WIB

 

Endipat Wijaya, Anggota DPR yang Sindir Donasi Rp10 M Ferry Irwandi
Endipat Wijaya, Anggota DPR yang Sindir Donasi Rp10 M Ferry Irwandi

SOLOBALAPAN.COM - Nama Endipat Wijaya mendadak ramai diperbincangkan publik setelah pernyataannya menyoroti aksi relawan dan kreator konten yang viral dalam penanganan banjir Sumatra.

Anggota Komisi I DPR RI itu menegaskan bahwa pemerintah telah bekerja sejak awal dan menyalurkan bantuan berskala besar, namun kerap kalah sorotan dari aksi donasi warga yang viral di media sosial.

Dalam rapat kerja Komisi I bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Endipat menyampaikan bahwa informasi tentang kerja pemerintah harus diperkuat agar masyarakat tidak memiliki persepsi negatif terkait hadir atau tidaknya negara dalam penanggulangan bencana.

"Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana," katanya.

Ia menilai, skala bantuan pemerintah jauh lebih besar dibandingkan donasi yang viral di publik.

"Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliun-triliunan ke Aceh itu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana. Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana," imbuh Endipat.

Pernyataan itu disampaikan Endipat sambil meminta Komdigi lebih aktif mengamplifikasi informasi strategis.

Ia menyoroti bagaimana kinerja kementerian maupun aparat, seperti reboisasi oleh Kementerian Kehutanan dan dukungan TNI AU sejak hari pertama bencana, yang menurutnya tidak tersampaikan secara masif ke publik.

"Fokus nanti, ke depan Kementerian Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini, paling-paling di Aceh, di Sumatra, dan lain-lain itu," ujarnya.

Konteks Viral Aksi Donasi Ferry Irwandi

Pernyataan Endipat muncul tak lama setelah aksi penggalangan dana kreator konten Ferry Irwandi menjadi sorotan publik.

Dalam 24 jam, Ferry berhasil mengumpulkan Rp10,3 miliar untuk korban banjir di Sumatera.

Bantuan tersebut kemudian disalurkan ke wilayah terisolir bersama tim relawan, ditambah dukungan logistik dari DitPolairud Polri dan Polda Sumut.

Terkait perdebatan antara relawan dan pemerintah, Ferry sebelumnya menyampaikan bahwa kritik merupakan bentuk kepedulian.

“Tidak semua yang mengkritik pemerintah itu benci. Terkadang, bentuk kepedulian paling tinggi itu kritik,” ujarnya.

Ia juga merespons pertanyaan publik soal komentar “penyaluran 10M brasa sipaling kerja” dengan menyampaikan rasa kurang puas atas kontribusinya.

"Gua malah ngerasa kurang euy, beneran. I wish I can do more, maaf ya teman-teman, sekali lagi minta maaf," tulis Ferry.

Profil Endipat Wijaya: Pengusaha yang Meniti Karier Politik

Publik kemudian menaruh perhatian pada sosok Endipat Wijaya.

Lahir di Bengkulu pada 31 Mei 1984, ia menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Metalurgi, lulus pada 2006.

Endipat kemudian melanjutkan pendidikan di Swiss German University dan menyelesaikan studi manajemen pada 2019.

Karier profesionalnya dimulai sebagai teknisi di Double A Group sebelum bekerja di PT Kaltim Prima Coal.

Ia kemudian menjadi manajer di PT Nusantara Energy dan pada 2011 memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra.

Kedekatannya dengan elit Gerindra, termasuk Prabowo Subianto, membuat jalur politiknya kian terbuka.

Dalam Pemilu 2024, Endipat maju sebagai caleg dari Dapil Kepulauan Riau. Ia meraih suara terbanyak dengan 105.413 suara, didominasi Kota Batam.

Capaian ini mengantarkannya ke Senayan sebagai anggota Komisi I DPR RI periode 2024–2029, yang membidangi isu pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi—bidang strategis di tengah dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi.

 

Pernyataan Endipat memunculkan beragam reaksi. Sebagian pihak menilai kritiknya sebagai pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah dan relawan.

Namun sebagian lain memandang bahwa upaya warga dalam membantu korban bencana seharusnya tidak disandingkan secara negatif. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #bencana alam #Endipat Wijaya #banjir bandang #ferry irwandi #donasi #tanah longsor #sumatera