SOLOBALAPAN.COM - Ketika publik masih ramai mempertanyakan keputusan Mirwan MS berangkat umrah di tengah bencana banjir Aceh Selatan, sorotan tiba-tiba mengarah kepada sang istri, Nafisah Mirwan.
Ia muncul membela suaminya lewat unggahan media sosial, sementara badai kritik tak juga reda hingga berujung pada pemecatan Mirwan dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Kini, setelah posisinya sebagai pemimpin daerah diguncang, curahan hati sang istri kembali disorot publik.
Istri Mirwan Unggah Pembelaan: “Allah angkat derajatnya…”
Usai foto-foto Mirwan dan istri berpose di depan Kakbah viral, Nafisah menampilkan pembelaan melalui Instagram Story.
Ia mengunggah tangkapan layar percakapan seseorang yang menyinggung banyaknya tuduhan terhadap suaminya.
"Qadarullah banyak kali fitnah orang-orang tentang beliau kak yaa..
Semoga pahala mengalir terus kepada bapak bupati.."
Pesan itu kemudian dibalas:
"Yang nggak suka dan nggak tahu masalahnya emang suka goreng-goreng berita.
Tapi Allah angkat derajatnya jika niat beliau tulus untuk amanah dan tanggung jawabnya."
Meski tidak diketahui dengan siapa percakapan ini terjadi, unggahan tersebut mengisyaratkan bagaimana Nafisah merasa suaminya mendapat ketidakadilan di tengah terpaan kritik.
Baca Juga: Rekomendasi Tinted Moisturizer Pilihan Lengkap dengan Cara Pakainya Biar Maksimal, Yuk Cobain!
Mirwan Mengklaim Sudah Cek Kondisi Banjir Sebelum Berangkat
Klarifikasi resmi juga datang dari Mirwan.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Kompas.com, ia menegaskan sudah melakukan tindakan penanganan sebelum bertolak ke Tanah Suci.
"Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando…," ungkap Mirwan.
Ia juga menyebut perjalanan itu adalah nazar pribadi.
Sementara terkait larangan Gubernur Aceh, Mirwan mengatakan:
"Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci… Inilah yang menyebabkan adanya miskomunikasi."
Ia memastikan akan segera kembali ke tanah air pada 6 Desember 2025.
Pemkab: “Narasi Bupati tinggalkan rakyatnya tidak tepat”
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, melalui Kabag Prokopim Denny Herry Safputra, turut memberikan pembelaan.
"Tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan umumnya yang sudah stabil…," kata Denny.
Ia membantah anggapan bahwa Mirwan meninggalkan rakyat ketika banjir masih berlangsung.
"Narasi Bupati meninggalkan rakyatnya ketika bencana banjir melanda, kami sampaikan hal ini tidak tepat."
Menurutnya, Mirwan dan istri sudah beberapa kali turun ke lokasi, membawa logistik, dan memantau posko pengungsian sebelum keberangkatan.
Gubernur Aceh Murka: “Tidak saya teken izinnya”
Di sisi lain, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengaku kecewa berat.
“Tidak saya teken (izin perjalanan luar negeri)… Tapi kami tidak teken. Untuk sementara waktu jangan pergi. Dia pergi juga terserah,” tegasnya.
Ia menyerahkan sepenuhnya sanksi kepada Kementerian Dalam Negeri, mengingat Mirwan tetap berangkat meski izin tidak diberikan.
Mendagri Tito Karnavian Turun Tangan: “Suruh pulang”
Kemendagri juga bergerak cepat. Kapuspen Kemendagri Benni Irwan menyebut:
"Pak Mendagri [Tito] kemarin sudah langsung telepon yang bersangkutan… suruh pulang."
Benni menegaskan bahwa keberangkatan Mirwan dilakukan tanpa izin, dan pemeriksaan tengah disiapkan.
"Kepala daerah itu kalau mau keluar negeri harus izin… kondisi seperti ini bisa dikatakan bahwa Pak Bupati Aceh Selatan [Mirwan MS] melaksanakan ibadah umrah tanpa izin."
Gerindra Resmi Pecat Mirwan dari Jabatan Ketua DPC
Setelah polemik semakin membesar, Partai Gerindra mengambil keputusan tegas.
“Oleh karena itu, DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” kata Sekjen Gerindra, Sugiono.
Partai menyayangkan sikap Mirwan yang pergi saat bencana besar melanda wilayahnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya