Bupati Aceh Selatan Mirwan MS saat menunaikan ibadah umroh ditengah bencana yang melanda Aceh.
SOLOBALAPAN.COM – Sorotan tajam kini mengarah kepada Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS.
Di saat warganya tengah berjibaku menghadapi bencana banjir bandang dan longsor yang parah, sang kepala daerah justru kedapatan pergi melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci.
Ironisnya, sebelum berangkat, Mirwan MS dikabarkan telah menandatangani Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam penanganan darurat bencana pada 24 dan 27 November 2025.
Tak lama berselang, foto-fotonya sedang berada di Mekkah beredar luas melalui akun Instagram @almisbahtravel, memicu kemarahan publik.
Gerindra Bertindak Tegas: Copot Jabatan Ketua DPC
Sikap Mirwan yang dinilai "lari dari tanggung jawab" ini langsung direspons keras oleh partainya, Partai Gerindra.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra, Sugiono, mengumumkan bahwa Mirwan MS resmi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
"Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan," tegas Sugiono.
Langkah ini diambil sebagai sanksi tegas karena tindakannya dianggap tidak sejalan dengan prinsip kepemimpinan partai yang seharusnya hadir di tengah rakyat yang kesusahan.
Meski jabatannya di partai dicopot, statusnya sebagai Bupati Aceh Selatan (periode 2025-2030) secara administratif pemerintahan masih melekat.
Banyak yang bertanya, dari partai mana Mirwan MS berasal? Mirwan adalah kader murni Partai Gerindra.
Lahir: Peulumat, 9 Maret 1975.
Pendidikan: S1 Ekonomi (STIEM ISM) dan S2 Magister Sosial.
Karier Politik: Sempat gagal di Pilkada 2017, ia kembali maju di Pilkada 2024 berpasangan dengan Baital Mukadis (Demokrat) dan sukses memenangkan kursi bupati.
Intip Harta Kekayaan Mirwan MS (Rp 25,9 Miliar)
Selain kontroversi umrah, kekayaan Mirwan MS juga menjadi sorotan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) saat ia mencalonkan diri, Mirwan tergolong kepala daerah yang tajir melintir.
Total kekayaannya tercatat mencapai Rp 25.958.970.622. Berikut rincian aset utamanya:
Tanah dan Bangunan: Memiliki aset properti bernilai tinggi yang tersebar di Jakarta Timur dan Aceh Barat Daya.
Kendaraan Mewah & Alat Berat: Garasinya diisi oleh belasan kendaraan, mulai dari mobil Toyota Fortuner, truk Mitsubishi Colt Diesel, hingga alat berat (excavator).
Harta Bergerak Lainnya: Aset likuid berupa kas dan harta bergerak lainnya yang nilainya lebih dari miliaran rupiah.
Kepergiannya ke Tanah Suci di tengah status "menyerah" menangani banjir kini menjadi ujian terberat bagi reputasi politik dan kepemimpinannya di mata warga Aceh Selatan. (did)