Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siap Saingi Hollywood? Netflix Resmi Akuisisi Warner Bros, Namun Terganjal Isu Monopoli di Era Trump

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 7 Desember 2025 | 05:42 WIB

Cancel Netflix viral di media sosial.
Cancel Netflix viral di media sosial.

SOLOBALAPAN.COM – Lanskap industri hiburan dunia baru saja diguncang oleh gempa dahsyat.

Raksasa streaming Netflix selangkah lagi resmi menjadi "raja terakhir" dunia hiburan setelah mengumumkan penandatanganan perjanjian definitif untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD).

Pengumuman yang dirilis pada Jumat (5/12/2025) ini menandai penggabungan dua kekuatan terbesar dalam sejarah media.

Netflix, sang pionir streaming, kini akan menelan warisan sejarah satu abad milik Warner Bros., termasuk permata mahkota mereka: HBO dan HBO Max.

Nilai Transaksi Fantastis: Tembus Rp 1.300 Triliun!

Berdasarkan laporan resmi, akuisisi ini bukanlah transaksi "kacangan".

Total nilai transaksi diperkirakan menyentuh angka USD 82,7 miliar (setara lebih dari Rp 1.300 triliun dengan kurs saat ini).

Baca Juga: Viral Kena Boikot usai Elon Musk Serukan 'Cancel Netflix', Bagaimana Cara Batalkan Langganan Netflix?

Skema pembayarannya melibatkan uang tunai dan saham:

Proses akuisisi raksasa ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada kuartal ketiga tahun 2026.

'Game of Thrones' dan 'Stranger Things' Satu Atap

Implikasi dari kesepakatan ini sangat masif bagi konsumen. Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, menyebut langkah ini sebagai upaya untuk "mendefinisikan abad penceritaan berikutnya".

Senada dengan itu, CEO WBD David Zaslav meyakini kolaborasi ini akan menjaga warisan cerita Warner Bros. untuk generasi mendatang.

Apa artinya bagi penonton? Ini berarti konten-konten legendaris WBD akan masuk ke portofolio Netflix.

Bayangkan Game of Thrones, Harry Potter, The Wizard of Oz, hingga seluruh pahlawan super DC Universe (Batman, Superman, Wonder Woman) kini berada di bawah satu payung dengan Netflix.

Dominasi Netflix akan semakin tak terbendung, bahkan berpotensi menyaingi kekuatan Hollywood tradisional.

Bayang-bayang Monopoli dan Ketakutan Produser

Namun, jalan menuju penyelesaian transaksi tidak akan mulus. Rencana ini langsung memicu alarm bahaya terkait praktik monopoli.

Kesepakatan ini memerlukan persetujuan ketat dari pemerintah federal Amerika Serikat di bawah administrasi Presiden Donald Trump.

Kritik keras mulai bermunculan, termasuk dari para produser film yang mengirimkan surat anonim. Mereka khawatir Netflix tidak memiliki insentif untuk melestarikan budaya menonton di bioskop.

"Mereka tidak memiliki insentif untuk mendukung penayangan bioskop dan mereka memiliki setiap insentif untuk menghancurkannya," bunyi kekhawatiran dalam surat tersebut.

Isu antimonopoli ini diprediksi akan menjadi ganjalan terbesar Netflix dalam memuluskan ambisinya menguasai pasar hiburan global. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#monopoli #hollywood #warner bros #netflix #trump #akuisisi