Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Respons Bahlil Lahadalia Soal Kerusakan Lingkungan: Ajak Semua Evaluasi Diri dan Tegaskan Loyalitas ke Prabowo

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 5 Desember 2025 | 06:26 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Suasana di internal Kabinet Merah Putih tampak sedikit memanas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan respons menohok terkait pernyataan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Sebelumnya, Cak Imin secara terbuka "mencolek" Bahlil dan Menteri Kehutanan untuk melakukan "Tobat Nasuha" (evaluasi total) terkait kerusakan lingkungan yang memicu bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/12/2025), Bahlil tidak tinggal diam. Ia justru mengajak Cak Imin untuk ikut berkaca.

Sentil Balik: 'Cak Imin Juga Harus Tobat'

Bahlil menilai bahwa introspeksi diri seharusnya dilakukan oleh semua pihak, tidak terkecuali Cak Imin sendiri.

Baca Juga: Sentil Cak Imin Soal Ajakan Tobat Nasuha ke Bahlil dan Raja Juli, Golkar: Kerusakan Hutan Itu Masalah 20 Tahun Lalu

Ia menolak jika beban kesalahan kerusakan lingkungan hanya ditimpakan pada kementerian teknis tertentu.

"Kalau pertaubatan nasuha, Cak Imin juga pertaubatan nasuha lah. Semuanya ya. Oke ya?" ujar Bahlil kepada wartawan.

Ia menambahkan, "Semua kita semua harus apa ya... ya evaluasi diri, ya."

Tegaskan Hierarki: 'Yang Bisa Perintah Saya Cuma Presiden'

Pernyataan paling tajam dari Bahlil muncul ketika menanggapi posisi Cak Imin sebagai Menko yang memberikan arahan/imbauan tersebut.

Bahlil menegaskan hierarki kepemimpinan di kabinet, menyiratkan bahwa ia hanya menerima instruksi langsung dari Kepala Negara.

"Presiden saya kan Pak Presiden Prabowo. Yang bisa di kabinet, yang bisa perintah saya Pak Presiden Prabowo," tegasnya.

Pernyataan ini seolah menjadi penegasan bahwa Bahlil bekerja tegak lurus dengan Presiden Prabowo Subianto, bukan berdasarkan desakan dari menteri koordinator.

Fokus Kerja Penanganan Bencana

Terlepas dari polemik istilah "tobat nasuha", Bahlil menekankan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menjalankan perintah Presiden Prabowo terkait pemulihan pascabencana.

Ia memastikan Kementerian ESDM bekerja sesuai arahan presiden untuk menanggulangi dampak kerusakan di wilayah Sumatera.

Polemik ini bermula saat Cak Imin mengirim surat dan membuat pernyataan publik yang meminta evaluasi total kebijakan lingkungan (disebutnya sebagai Tobat Nasuha) kepada Menteri ESDM dan Menteri Kehutanan, menyusul banjir bandang parah di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#bahlil lahadalia #prabowo #evaluasi diri #cak imin #kerusakan lingkungan