Disorot Elon Musk Soal Tarif Internet di Lokasi Bencana, Wamen Komdigi: Bedakan Punya Pribadi dan Posko
Didi Agung Eko Purnomo• Jumat, 5 Desember 2025 | 06:02 WIB
Elon Musk.
SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial X (dulu Twitter) sempat memanas gara-gara isu pungutan liar (pungli) akses internet Starlink di wilayah terdampak banjir Langsa, Aceh.
Warganet geram lantaran beredar kabar bahwa warga harus membayar hingga Rp 20.000 untuk bisa mengakses internet di tengah situasi darurat.
Isu ini bahkan sampai ke telinga pemilik Starlink, Elon Musk, setelah ramai-ramai di-mention oleh netizen Indonesia.
Namun, setelah ditelusuri, ternyata ada kesalahpahaman besar di balik narasi "pungli" tersebut.
Elon Musk Tegaskan Layanan Gratis untuk Korban
Keriuhan bermula saat netizen mengecam adanya tarif internet di lokasi bencana, menyebutnya sebagai tindakan "mental preman" yang mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain.
Merespons laporan tersebut, Elon Musk melalui akun X-nya menegaskan prinsip perusahaannya.
"Tidaklah benar mengambil untung dari musibah," tegas Elon.
Starlink bahkan telah mengaktifkan layanan gratis bagi korban banjir di Indonesia hingga akhir Desember 2025 sebagai bentuk bantuan kemanusiaan.
Plot Twist: Ternyata Milik Pribadi Warung Kopi, Bukan Bantuan Pemerintah
Setelah gaduh, fakta sebenarnya akhirnya terungkap.
Akun pengunggah awal memberikan klarifikasi bahwa perangkat Starlink yang memungut biaya tersebut bukanlah bantuan pemerintah, melainkan aset pribadi milik sebuah warung kopi (Warkop).
Sang pemilik Warkop membeli perangkat keras (hardware) Starlink dengan modal sendiri.
Ia menyewakan aksesnya karena pada saat itu bantuan internet resmi dari pemerintah belum masuk ke area tersebut.
"Jadi perkara 10k (atau tarif lainnya) sebelumnya, itu disewakan karena Starlink donasi telat masuk. Jadi dipatok harga karena beli hardware sendiri. Warkop ini punya pribadi bukan pemerintah," bunyi klarifikasi yang meluruskan tuduhan pungli.
Pemerintah: 'Kalau Punya Posko, Pasti Gratis'
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, turut angkat bicara saat meninjau Posko Tanggap Darurat di Banda Aceh, Rabu (3/12/2025).
Ia meminta masyarakat untuk jeli membedakan antara fasilitas posko bencana dengan milik usaha pribadi.
"Kalau yang ada di posko, yang dibagikan untuk kepentingan umum, itu gratis. Kecuali milik pribadi itu kita tidak ngerti (tidak bisa intervensi)," ujar Nezar Patria.
Pemerintah memastikan terus berupaya memulihkan jaringan komunikasi dan menyediakan akses internet gratis di titik-titik pengungsian resmi. (did)