SOLOBALAPAN.COM - Sebuah video yang memperlihatkan perkelahian dua orang siswi SMP di Kabupaten Sumbawa belakangan beredar luas di media sosial.
Peristiwa yang diduga kuat terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Plampang ini langsung memicu berbagai tanggapan dari warganet.
Dalam video berdurasi 55 detik itu, seorang siswi berseragam sekolah dan siswi berseragam olahraga terlibat perkelahian dan bergulat di tanah, sementara sejumlah siswi lain terlihat mengelilingi mereka.
Atas peristiwa yang viral ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, langsung turun ke sekolah tersebut di Kecamatan Plampang pada Rabu (3/12/2025).
Peringatan Keras Bagi Sekolah: Kepala Sekolah Wajib Proaktif
Budi Sastrawan mengungkapkan, insiden tersebut dipicu oleh persoalan sepele yang dibesar-besarkan oleh dua kelompok siswi.
Meskipun demikian, kejadian ini dinilai sebagai peringatan keras bagi seluruh satuan pendidikan untuk memperketat pengawasan.
“Potensi perkelahian seperti ini biasanya terjadi pada jam istirahat. Di sinilah kepala sekolah dan guru harus proaktif mengawasi aktivitas siswa, bukan hanya melakukan razia handphone,” tegasnya, dikutip dari RRI.co.id, Rabu (3/12/2025).
Pihak Dikbud memastikan akan mengeluarkan kembali surat edaran kepada seluruh sekolah mengenai pencegahan kekerasan, perundungan, dan tindakan intoleransi.
Budi menegaskan bahwa aturan dari Kementerian Dikdasmen sudah sangat jelas: kepala sekolah dan guru bertanggung jawab memastikan keamanan lingkungan belajar.
Pembinaan Intensif untuk Siswa Terlibat
Pihak Dikbud juga meminta kepala sekolah setempat membuat laporan tertulis terkait kejadian tersebut.
Sementara itu, para siswa yang terlibat akan menjalani pembinaan lebih intensif, termasuk bimbingan mental dan rohani oleh guru BK. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa.
“Pembinaan harus dimaksimalkan agar anak-anak memahami dampak dari tindakan mereka,” ujar Budi.
Ia menegaskan bahwa optimalisasi pengawasan adalah langkah kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas kekerasan di Sumbawa. (dam)
Editor : Damianus Bram