Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

'Seperti Tsunami Kedua', Gubernur Aceh Mualem Menangis Histeris: 4 Kampung Hilang dalam Semalam

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 2 Desember 2025 | 04:10 WIB
Kondisi banjir Aceh.
Kondisi banjir Aceh.

SOLOBALAPAN.COM - Duka mendalam kembali menyelimuti Serambi Mekkah.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, tak kuasa menahan air matanya saat meninjau langsung dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan 18 kabupaten/kota di wilayahnya.

Dengan suara bergetar, Mualem menggambarkan kehancuran kali ini sebagai tragedi yang mengerikan, bahkan ia menyamakannya dengan memori kelam masa lalu.

"Kampung Hilang Entah ke Mana"

Dalam laporannya pada Senin (1/12/2025), Mualem mengungkapkan fakta yang membuat merinding.

Bencana yang terjadi dalam semalam itu telah menyapu bersih pemukiman warga hingga rata dengan tanah.

"Ada beberapa kampung hilang entah ke mana, yaitu Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, Peusangan di Bireuen... malam itu 4 kampung juga nggak tahu entah ke mana," ujar Mualem sambil menangis.

"Jadi, Aceh sekarang seperti tsunami kedua," tambahnya pilu.

Baca Juga: 3 Bupati di Aceh Angkat Tangan Atasi Banjir Bandang dan Longsor di Wilayahnya, Keluhkan Putusnya Transportasi dan Lumpuhnya Layanan Publik

Akses Darat Lumpuh, Bantuan Dikirim via Udara

Kerusakan infrastruktur yang masif membuat penyaluran bantuan menjadi tantangan berat.

Jalan nasional Banda Aceh-Medan di beberapa titik, seperti di Cot Mane, Kecamatan Baktiya, masih terendam air setinggi 70 sentimeter, membuat akses darat terputus.

Menyikapi kondisi darurat ini, Mualem tidak tinggal diam. Karena jalur darat sulit ditembus, ia memimpin langsung penyaluran bantuan menggunakan pesawat udara dari Banda Aceh menuju Aceh Utara.

"Kami mengantar bantuan ke semua pelosok di seluruh Aceh. Kendala dalam distribusi bantuan karena ada wilayah yang tidak dapat diakses transportasi," jelasnya.

Tak Boleh Ada Jeda Kemanusiaan

Sebanyak 10 ton beras dan logistik lainnya telah disalurkan ke titik-titik pengungsian dan dapur umum.

Mualem menegaskan kepada seluruh jajarannya bahwa penanganan korban harus dilakukan tanpa henti.

"Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan," tegas Mualem.

Saat ini, akses kendaraan darat baru bisa lancar hingga Kabupaten Bireuen.

Untuk wilayah yang masih terisolasi total, Pemerintah Aceh berkomitmen menempuh segala cara baik lewat darat, laut, maupun udara agar bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#mualem #menangis histeris #tsunami #gubernur aceh