SOLOBALAPAN.COM - Bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh telah menimbulkan ketidaksanggupan kepala daerah dalam menangani musibah alam tersebut.
Secara total, bencana di Aceh tercatat 96 orang meninggal dunia, dan 75 orang lainnya masih hilang.
Dilansir dari JawaPos.com, sebanyak tiga Bupati di Aceh, yaitu Bupati Aceh Selatan, Bupati Aceh Tengah, dan Bupati Pidie Jaya secara resmi menyatakan ketidaksanggupan menangani bencana alam di wilayahnya.
Pemkab Aceh Selatan resmi mengeluarkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor yang menerjang 11 kecamatan.
Dokumen bernomor 360/1315/2025 yang ditandatangani Bupati Aceh Selatan Mirwan MS itu menjadi langkah administratif strategis untuk mendorong percepatan penanganan bencana oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.
Sementara itu, Pemkab Pidie Jaya secara resmi mengeluarkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan Penanganan Bencana Alam terkait banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025.
Surat bernomor 300.2/402.5 itu ditandatangani langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, di Meureudu.
Lalu Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mengeluarkan Surat Pernyataan Bupati Aceh Tengah Nomor 360/3654BPBD/2025 tentang Ketidakmampuan Upaya Penanganan Darurat Bencana. Surat itu diteken Bupati Aceh Tengah Haili Yoga pada 27 November 2025.
Ketiganya mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Aceh untuk meminta bantuan penuh.
Alasan utama yang dikeluhkan adalah terputusnya akses transportasi di beberapa lokasi.
Hal ini mengakibatkan sulitnya penerimaan bantuan dan terganggunya layanan publik di wilayah tersebut.
"Dengan ini menyatakan ketidaksanggupan dalam rangka penanganan tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 24 November 2025," tulis masing-masing Bupati dalam pernyataan tertulis tersebut.
Data Korban dan Kerusakan Jalan di Aceh
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan rincian data korban di tiga provinsi tersebut.
Di Aceh, total korban meninggal dunia tercatat 96 orang, dengan 75 orang lainnya masih hilang. Korban jiwa tersebar di 11 kabupaten/kota.
Suharyanto tak memungkiri, kondisi ruas jalan di Aceh saat ini masih sangat memprihatinkan, yang menjadi alasan utama keluhan para bupati.
"Jalur transportasi yang masih putus, Sumatera Utara-Aceh Tamiang putus. Kemudian dari Banda Aceh-Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang ini masih putus," ujarnya.
Perbandingan Kondisi Bencana (Per 30 November 2025)
Secara komparatif, data korban jiwa yang dilaporkan BNPB adalah sebagai berikut:
| Wilayah | Korban Meninggal | Korban Hilang |
| Sumatera Utara | 217 jiwa | 209 jiwa |
| Aceh | 96 jiwa | 75 jiwa |
| Sumatera Barat | 129 jiwa | 118 jiwa |
| Total | 442 jiwa | 402 jiwa |
Suharyanto menekankan, kondisi di Sumatera Barat (Sumbar) kini relatif lebih stabil dan pulih dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara, apalagi setelah wilayah tersebut sudah tidak diguyur hujan. (dam)
Editor : Damianus Bram