Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

DARURAT! Akses Makanan Terputus, Warga Agam Terdampak Bencana Keluhkan Empat Hari Tak Makan, Terpaksa Bertahan Hidup dengan Ubi Mentah!

Damianus Bram • Senin, 1 Desember 2025 | 22:47 WIB
BNPB memperbarui data korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumbar. Pada Sabtu (29/11) sebanyak 74 korban meninggal dunia sudah terdata di Kabupaten Agam.
BNPB memperbarui data korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumbar. Pada Sabtu (29/11) sebanyak 74 korban meninggal dunia sudah terdata di Kabupaten Agam.

SOLOBALAPAN.COM - Bencana alam berupa tanah longsor hingga banjir yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini memicu kondisi darurat kemanusiaan.

Warga di Jorong Silungkang, Kampung Aua, dan Kampung Lansek melaporkan telah empat hari kesulitan mendapatkan makanan akibat akses terputus dan dugaan ketidakadilan penyaluran bantuan.

Keluhan masyarakat semakin mencuat setelah permintaan beras dari warga disebut-sebut ditolak oleh Wali Nagari Tigo Koto Silungkang. Alasannya, penyaluran bantuan diprioritaskan ke Nagari Salareh Aia terlebih dahulu.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di tengah kondisi warga yang telah berhari-hari menahan lapar.

“Tolong Ketua, warga Silungkang, Kampung Aua, dan Kampung Lansek sudah empat hari tidak makan,” ujar Winda, salah satu warga, seperti dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Senin (12/1/2025).

Winda menegaskan bahwa alasan prioritas bantuan tidak bisa diterima lantaran kebutuhan dasar warga belum terpenuhi, dan ia mempertanyakan alasan pemilahan itu.

“Ndak bisa lah kalau warga Koto Alam diprioritaskan, sedangkan kita di kampung sendiri tidak makan,” katanya, menyebut jalan ke wilayah mereka sudah terputus total.

Bertahan Hidup dengan Ubi Mentah

Baca Juga: VIRAL! Buntut Bupati Aceh Tengah Terbitkan Surat Tak Mampu Tangani Darurat Bencana, Warga Panic Buying BBM Hingga Stok Kosong Total

Kesulitan warga telah mencapai titik yang sangat memprihatinkan. Warga lainnya di Jorong Silungkang, Puji, mengungkapkan bahwa pihaknya kini terpaksa bertahan hidup dengan apapun yang tersedia, termasuk ubi mentah.

Alhamdulillah, meski tidak ada kayu, meski tidak ada api, ubi masih bisa dimakan mentah. Alhamdulillah masih ada yang bisa kami makan,” ujarnya, menggambarkan situasi darurat pangan di Jorong Silungkang.

Warga lainnya turut mempertanyakan lambatnya respons pemerintah Nagari. “Apa harus ada yang meninggal dulu baru dibantu?,” ucap seorang warga dengan nada putus asa.

Sementara itu, Camat Palembayan, Sabirun, merespons aduan warga dengan janji untuk segera menindaklanjuti.

“Makasih infonya, akan kita bilang ke Wali Nagarinya,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Reza Syafdefianti, menegaskan segera mengingatkan persoalan ini. 

“Kami akan ingatkan masalah ini,” ujarnya singkat. (dam)

Editor : Damianus Bram
#agam #kelaparan #sumbar #bencana