SOLOBALAPAN.COM - Situasi di Aceh Tengah kian kritis setelah masyarakat dilaporkan melakukan pembelian panik (panic buying) BBM hingga stok habis total.
Krisis energi ini melumpuhkan penanganan korban banjir bandang dan longsor, terutama karena energi menjadi faktor vital bagi evakuasi, komunikasi, dan layanan kesehatan.
Kondisi ini menyusul beredarnya Surat Pernyataan Ketidakmampuan Bupati Aceh Tengah dalam menangani darurat bencana hidrometeorologi.
Bupati Aceh Tengah Angkat Tangan dan Minta Bantuan Pusat
Surat Pernyataan Ketidakmampuan Upaya Penanganan Darurat Bencana dengan nomor 360/565/BPBD/2025 yang ditandatangani Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, pada 27 November 2025, menjadi pemicu kepanikan.
Dalam surat itu, pemerintah kabupaten menyatakan tidak mampu lagi menangani darurat bencana secara mandiri mengingat skala yang terus membesar.
Data terbaru yang disampaikan Bupati Haili Yoga pada Minggu (30/11/2025) menunjukkan bencana kian memburuk, dimana sebanyak 21 orang meninggal dunia, 24 orang masih hilang, dan 54.199 jiwa mengungsi.
Sementara itu, sebanyak 14 kecamatan terputus aksesnya, dan 779 rumah mengalami rusak berat.
Panic Buying BBM Ancam RSUD Datu Beru
Aksi panic buying terjadi sejak Minggu (30/11/2025), saat informasi darurat meluas dan akses Aceh Tengah masih terputus dari luar daerah.
Antrean kendaraan mengular hingga tiga kilometer di sejumlah SPBU, membuat stok BBM ludes total.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aceh Tengah, Jauhari, menyebut kekosongan BBM memicu efek berantai yang mengancam keselamatan warga.
“Stok BBM untuk genset evakuasi korban dan operasional RSUD Datu Beru sudah habis total,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kabupaten Aceh Tengah melalui JawaPos.com, Senin (1/12/2025).
RSUD Datu Beru, yang menangani pasien luka, ibu hamil, hingga warga dari lokasi bencana, berada dalam kondisi paling rentan. Tanpa pasokan BBM, layanan medis kritis terancam berhenti dalam hitungan jam.
Pemerintah Kabupaten mendesak bantuan BBM dikirim lewat jalur udara karena darat masih lumpuh total akibat kerusakan 59 ruas jalan.
Status darurat energi dan pangan kini menjadi prioritas utama untuk mencegah krisis kemanusiaan meluas.
“Kami mohon dukungan dari seluruh pihak. Kami yakin, dengan kerja sama, Aceh Tengah akan segera pulih,” ujar Bupati Haili Yoga. (dam)
Editor : Damianus Bram