SOLOBALAPAN.COM - Dampak bencana yang melanda Aceh terasa sangat dahsyat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 96 korban meninggal dunia, 75 korban hilang, dan kerusakan parah pada fasilitas infrastruktur vital di wilayah Aceh pasca-bencana sejak pekan lalu.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa korban terdampak bencana di Aceh tersebar di 11 kabupaten dan kota, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.
”Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. Itu ada di 11 kabupaten dan kota,” terang Suharyanto, dilansir dari JawaPos.com, Senin (1/12/2025).
Tidak hanya korban jiwa, Suharyanto menyatakan bahwa saat ini lebih dari 62 ribu korban terdampak bencana mengungsi di berbagai posko yang tersebar di wilayah Aceh.
Jalur Utama Terputus dan Bantuan Starlink Dikerahkan
Jenderal bintang tiga TNI AD tersebut mengakui bahwa sejumlah jalur utama di Aceh masih terputus total, termasuk jalur yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara (Sumut).
Titik putus meliputi perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, Jembatan Meureudu di perbatasan Pidie Jaya–Bireuen, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
”Akses Subulussalam–Aceh Selatan masih tergenang tanpa jalur alternatif. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus melakukan percepatan perbaikan infrastruktur vital tersebut,” imbuhnya.
Untuk mendukung komunikasi di wilayah terisolasi, BNPB telah mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang.
Menurut Suharyanto, sedikitnya 11 dari 17 kabupaten dan kota di wilayah Aceh telah menerima bantuan logistik.
Operasi udara dari Lanud Sultan Iskandar Muda sudah berlangsung dalam lima sorti, didukung pengiriman dari Kualanamu dan jalur laut.
”Bantuan Presiden berupa 28 unit Starlink, 28 genset, 20 perahu karet, serta paket makanan dan tenda telah diterima dan sebagian didistribusikan. Penguatan buffer stock juga disiapkan untuk kebutuhan respons lanjutan,” pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram