SOLOBALAPAN.COM - Kabar gembira menyelimuti Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Dilansir dari JawaPos.com, momentum Jumat Berkah hari ini menjadi tanda dimulainya pencairan Bantuan Sosial (Bansos) pemerintah secara besar-besaran, menjelang akhir tahun 2025.
Percepatan ini dilakukan untuk mengejar target penyaluran dana sebelum tahun berganti, dengan fokus utama pada pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
BNI Paling Gencar: Saldo Bansos Mulai 'Merah' di KKS Baru
Baca Juga: PANDUAN LENGKAP! Cara Cek Bansos 900 Ribu 2025 Lewat HP, Akses Mudah di cekbansos.kemensos.go.id
Khusus bagi pemegang KKS Bank BNI, pergerakan saldo terpantau paling aktif.
Bank Himbara ini dilaporkan paling gencar menyalurkan bansos kembali cair di pekan terakhir November 2025.
Menurut informasi yang beredar, perhatian khusus tertuju pada KKS baru (kartu yang telah diaktivasi lebih dari satu bulan), yang kini mulai memperlihatkan tanda-tanda saldo terisi.
Contoh pencairan awal yang terpantau datang dari wilayah Bogor. Dana yang sudah cair ini merupakan akumulasi bantuan untuk tahap sebelumnya, mencakup komponen Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk Tahap 2 dan Tahap 3. Ini tentu menjadi angin segar bagi KPM di berbagai daerah.
Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Melalui Pos Indonesia
Tidak hanya melalui bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN), penyaluran bantuan sementara juga gencar dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Pada akhir November ini, pencairan BLT Kesra sebesar Rp 900.000 lewat PT Pos Indonesia juga dilaporkan ramai dilakukan.
Pencairan melalui kantor pos ini bertujuan menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses KKS atau yang berada di wilayah terpencil, memastikan bansos tersebar merata.
Meskipun dana awal sudah masuk, para penerima KKS baru ini masih menantikan pencairan besar berikutnya, yaitu pencairan tahap 4 (tahap akhir tahun), yang akan ditambah dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra senilai Rp 900.000.
Total bantuan ini sangat dinantikan untuk membantu kebutuhan akhir tahun.
Bantuan Pangan Tambahan: Beras 20 Kg dan Minyak Goreng
Sebagai upaya mitigasi dampak kenaikan harga kebutuhan pokok, pemerintah juga terus mendistribusikan bantuan pangan tambahan.
Di akhir tahun 2025 ini, KPM menerima paket tambahan berupa beras seberat 20 kg dan minyak goreng.
Bantuan pangan ini diprioritaskan untuk KPM penerima BPNT atau Sembako yang terdaftar aktif dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Bantuan ekstra ini diharapkan meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat dan membuat KPM full senyum menyambut pergantian tahun. (dam)
Editor : Damianus Bram