Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

TERUNGKAP! Ini 8 Kota Penyangga yang Bikin Ibu Kota Jakarta Serasa Berpenduduk 42 Juta Jiwa, Sesuai Laporan PBB

Damianus Bram • Jumat, 28 November 2025 | 15:44 WIB
Ilustrasi macet .
Ilustrasi macet .

SOLOBALAPAN.COM - Ibu Kota Jakarta selalu identik dengan kemacetan dan kepadatan luar biasa.

Secara resmi, penduduk Jakarta yang memiliki NIK (administratif) hanya sekitar 11 juta orang.

Namun, data global World Urbanization Prospects 2025 dari PBB mencatat angka yang jauh lebih besar, yaitu 42 juta jiwa secara fungsional.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya buka suara, menjelaskan bahwa kepadatan ekstrem yang terasa di lapangan ini ternyata disebabkan oleh mobilitas harian jutaan orang dari 8 kota/kabupaten penyangga yang beraktivitas di Jakarta setiap harinya.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menjelaskan bahwa mobilitas ini menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan bagi jutaan orang dari wilayah sekitar, mulai dari urusan pekerjaan, pendidikan, bisnis, kesehatan, hingga layanan publik.

Daftar 8 Kota Penyangga Jakarta

Inilah daftar 8 kota/kabupaten yang mobilitas penduduknya membuat Jakarta serasa dihuni 42 juta penduduk secara fungsional:

"Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan, Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kabupaten Bekasi," ujar Chico, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (28/11/2025).

Ia menegaskan, pergerakan inilah yang menjadi penyebab utama kepadatan Jakarta yang terasa masif.

"Mobilitas inilah yang membuat Jakarta terasa jauh lebih padat daripada jumlah penduduk resminya," bebernya.

Angka 42 Juta: Prediksi Pergerakan Urbanisasi Jabodetabek

Chico menjelaskan perbedaan cara penghitungan yang kerap membingungkan publik.

Menurutnya penduduk Jakarta dihitung dengan dua cara, yang pertama administratif (resmi ber-NIK) sebanyak 11 juta orang, dan fungsional (pergerakan harian) yang mencapai 42 juta.

Chico Hakim menegaskan bahwa angka 42 juta yang menjadi rujukan media nasional sesungguhnya adalah prediksi pergerakan urbanisasi di wilayah megapolitan Jabodetabek.

"Jadi, 42 juta itu adalah prediksi pergerakan urbanisasi di kota megapolitan," tegasnya.

Laporan PBB dalam World Urbanization Prospects 2025 menempatkan kawasan urban Jakarta di urutan pertama sebagai kawasan urban terbesar di dunia, melampaui kota-kota besar global lainnya seperti Dhaka (Bangladesh, 37 juta), Tokyo (Jepang, 33 juta), New Delhi dan Shanghai (China) yang berkisar 30 juta penduduk. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Pemprov DKI Jakarta #Penduduk Jakarta #pbb #jakarta