Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

TRAGEDI DI HONG KONG! Kebakaran Mengerikan di Wang Fuk Court Tai Po Tewaskan 36 Orang, 279 Penghuni Masih Hilang

Damianus Bram • Kamis, 27 November 2025 | 18:52 WIB
Ilustrasi Kebakaran.
Ilustrasi Kebakaran.

SOLOBALAPAN.COM - Peristiwa memilukan terjadi di Hong Kong. Kebakaran dahsyat melanda kawasan perumahan Wang Fuk Court di Tai Po pada Rabu (27/11/2025) waktu setempat.

Api yang menjalar cepat melalui perancah bambu yang menutupi bangunan menyebabkan sedikitnya 36 orang tewas, sementara 279 penghuni lainnya masih dinyatakan hilang.

Dikutip dari SCMP melalui JawaPos.com, Kamis (27/11/2025), kebakaran bermula pukul 14.51 waktu setempat.

Titik awal api berasal dari Wang Cheong House sebelum dengan cepat merambat ke tujuh blok apartemen bertingkat.

Proses perambatan dipercepat oleh perancah bambu dan jaring hijau yang menutupi seluruh blok yang sedang menjalani proyek renovasi sejak tahun lalu.

Hingga hampir sepuluh jam kemudian, kobaran api masih terlihat menjilat jendela dan dinding gedung.

Suhu yang sangat tinggi di lokasi membuat petugas pemadam kesulitan mencapai atap bangunan setinggi 31 lantai tersebut.

Pemerintah Hong Kong dan Presiden Xi Jinping Beri Respons

Baca Juga: Ungkap Alasan Jatuh Cinta ke Inara Rusli hingga Tipu Sang Artis untuk Nikah Siri, Insanul Fahmi Kaget saat Tahu Chat Istri Sirinya ke Wardatina Mawa

Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, menyampaikan laporan awalnya dalam konferensi pers dini hari di Prince of Wales Hospital.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dan terluka,” ujar Lee.

Pemerintah Hong Kong langsung mengaktifkan tim respons darurat dan menghentikan sementara seluruh kegiatan kampanye pemilu.

Di tengah upaya penyelamatan, keluarga para penghuni menunggu dengan cemas. Banyak yang membawa papan bertuliskan nama anggota keluarga yang hilang.

Presiden Xi Jinping juga menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan malam hari, meminta pemerintah daerah melakukan upaya penuh untuk memadamkan api dan meminimalkan korban.

Petugas Pemadam Ikut Jadi Korban, Tantangan Medan Sulit

Kondisi lapangan semakin sulit. Hotline darurat kepolisian dan dinas pemadam menerima lonjakan panggilan sejak pukul 16.00.

Warga yang berhasil dievakuasi hanya bisa menyaksikan rumah mereka terbakar sambil mendengar suara dentuman puing yang jatuh.

Hingga pukul 19.30 waktu setempat, jumlah korban meninggal telah mencapai 13 orang, termasuk seorang petugas pemadam bernama Ho Wai-ho (37 tahun), yang merupakan salah satu responden pertama.

Ho sempat hilang kontak pada pukul 15.30 sebelum ditemukan dengan luka bakar dan dinyatakan meninggal pukul 16.45.

Deputi Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan, mengatakan medan yang sulit menjadi tantangan terbesar.

“Puing dan perancah bangunan yang jatuh menambah risiko bagi petugas. Suhu di dalam gedung sangat tinggi sehingga sulit masuk untuk melakukan pemadaman dan penyelamatan,” jelasnya.

Sorotan terhadap Sistem Evakuasi dan Alarm

Baca Juga: Insanul Fahmi Duga Ada Keterlibatan Eks Inara Rusli di Rekaman CCTV yang Disimpan Wardatina Mawa untuk Barang Bukti, Begini Pengakuannya

Tragedi ini juga menimbulkan pertanyaan dari warga mengenai sistem evakuasi dan fungsi alarm kebakaran.

Seorang warga Wang Yan House mengaku alarm tidak berbunyi, meskipun api sudah terlihat dari luar.

Bahkan seorang pria lanjut usia di kursi roda baru dievakuasi setelah menerima panggilan dari pengelola gedung sekitar pukul 20.00.

Wang Fuk Court sendiri terdiri dari delapan blok, dihuni sekitar 4.000 warga, dan seluruh gedung tertutup perancah bambu karena pengerjaan renovasi senilai HKD 330 juta.

Kebakaran membesar hingga mencapai level ancaman tertinggi, No. 5 alarm, pada pukul 18.22 waktu setempat. Hal ini menandai parahnya tragedi ini. (dam)

Editor : Damianus Bram
#hong kong #kebakaran #Wang Fuk Court #Tai Po