Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

4 Daerah di Sumut Diterjang Banjir Bandang dan Tanah Longsor, 52 Warga Masih Dikabarkan Hilang Pagi Tadi

Laila Zakiya • Kamis, 27 November 2025 | 16:59 WIB

 

Sejumlah warga lokal membantu mengarahkan pengendara jalan untuk berputar arah imbas banjir di daerah Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (27/11/2025).
Sejumlah warga lokal membantu mengarahkan pengendara jalan untuk berputar arah imbas banjir di daerah Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (27/11/2025).

SOLOBALAPAN.COM - Gelombang bencana kembali melanda Sumatera Utara.

Sejak Senin hingga Rabu (24–26 November 2025), hujan berintensitas tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam sedikitnya empat daerah utama: Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Hingga pagi tadi, 52 warga masih dinyatakan hilang, sementara proses pencarian terus dilakukan di tengah kondisi lapangan yang sangat sulit.

Akses Terputus, Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian

Tim SAR gabungan sejak awal pekan bergerak di wilayah Sibolga–Tapanuli, namun menghadapi sejumlah kendala berat.

"Faktor penghambat operasi SAR bencana banjir dan tanah longsor listrik padam dan jaringan komunikasi terputus, cuaca ekstrem, dan gelombang tinggi menghambat pergerakan tim, jalur darat ke lokasi putus," ujar Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi.

Kondisi ini memaksa tim menggunakan alat berat, sekoci, hingga drone untuk mencapai titik-titik terisolasi.

Banjir semakin meluas setelah Bendungan PLTA Sipan Sipahoras dibuka pukul 10.00 WIB karena debit air yang sudah terlalu tinggi.

Hujan yang tak kunjung berhenti hingga 17.00 WIB menyebabkan longsor di banyak titik.

Korban Tersebar di 12 Kabupaten/Kota, 34 Meninggal, 52 Hilang

Data terbaru dari Polda Sumut menunjukkan bahwa bencana tidak hanya melanda empat wilayah tersebut, tetapi meluas hingga 12 kabupaten/kota.

"Pada 24-26 November 2025 telah terjadi bencana alam di Sumatera Utara. Untuk jumlah korban totalnya mencapai 175 orang dengan rincian meninggal dunia 34 orang, luka ringan 77 orang, luka berat 11 orang, dalam pencarian 52 orang dan jumlah pengungsi sebanyak 1.168 orang," jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.

Beberapa wilayah dengan dampak paling berat antara lain:

* Tapanuli Selatan: 22 kejadian, 17 meninggal, 73 luka-luka.
* Sibolga: 8 meninggal, 5 luka-luka, 46 masih hilang.
* Humbang Hasundutan: 20 kejadian, 2 meninggal, 5 hilang.
* Pakpak Bharat: 2 meninggal akibat longsor.

Polda Sumut menurunkan 1.030 personel membantu evakuasi, pencarian korban hilang, hingga pengaturan lalu lintas di titik longsor.

Longsor Tutup Jalan, Empat Wilayah Terparah Alami Kerusakan Parah

Di sisi lain, laporan Pusdalops BPBD Sumut mencatat kerusakan infrastruktur cukup signifikan, terutama akses jalan yang tertutup material longsor.

Di Sibolga, Jalan II Nomensen lumpuh total. Di Tapanuli Selatan, jalur penghubung ke Mandailing Natal terputus sepanjang 37 meter.

Nias Selatan juga mengalami longsor di tiga kecamatan, sementara Gunungsitoli mencatat sejumlah titik putus di kawasan perdesaan.

Meski demikian, BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa di empat daerah tersebut.

“Berdasarkan laporan sementara, seluruh wilayah terdampak melaporkan nihil korban,” ujar Sri Wahyuni Pancasilawati.

BNPB Fokus Buka Akses dan Kirim Bantuan Darurat

BNPB telah mengerahkan tim khusus untuk membuka jalur yang terputus.

"Tentunya pertama adalah membuka akses, karena banyak titik-titik di jalan antara Sibolga ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan terputus, termasuk ke Tarutung ini yang akan dibuka dalam waktu satu hingga dua hari ini," tegas Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Selain membuka akses, distribusi bantuan kemanusiaan telah dikirim ke Taput, Tapteng, dan Sibolga, serta pendirian posko tanggap darurat di wilayah paling terdampak. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #tim sar #bencana alam #banjir bandang #sumut #tanah longsor