Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Detik-detik Tewasnya Alvaro Dibongkar Sang Nenek, Bocah 6 Tahun Itu Diiming-imingi Mainan oleh Ayah Tirinya?

Laila Zakiya • Selasa, 25 November 2025 | 15:34 WIB

 

Nahasnya nasib Alvaro, bocah 6 tahun yang diduga dibunuh ayah tirinya.
Nahasnya nasib Alvaro, bocah 6 tahun yang diduga dibunuh ayah tirinya.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus tewasnya Alvaro Kiano Nugroho (6) kembali memicu gelombang emosi publik setelah rangkaian pengakuan sang nenek, Sayem, membuka fakta-fakta baru yang lebih gelap dari dugaan sebelumnya.

Bocah yang dinyatakan hilang sejak Maret 2025 itu ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka di wilayah Kali Cilalay, Bogor, pada 23 November 2025.

Namun misteri di balik detik-detik terakhir hidup Alvaro kini perlahan terkuak.

Sayem mengungkap bahwa sejak awal ia mengetahui adanya kejanggalan di dalam keluarga ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar.

Ia bercerita bahwa adik Alex sempat memberikan alasan palsu saat tetangga mencium bau mencurigakan dari rumah pelaku.

“Katanya bukan, itu mah bangkai anjing. Jadi keluarganya terlibat semua,” ujar Sayem, Senin 24 November 2025.

Bagi keluarga, sikap tersebut menjadi indikasi bahwa bukan hanya Alex yang mengetahui apa yang terjadi.

Dijemput untuk Beli Mainan, Tapi Tak Pernah Kembali

Keterangan Sayem makin memilukan ketika ia membeberkan dugaan awal peristiwa.

Alvaro disebut awalnya diajak sang ayah tiri untuk membeli mainan—ajakan yang menjadi momen terakhir bocah itu terlihat hidup. Namun menurut penyidik, kenyataannya jauh lebih tragis.

"Pelaku mengajak Alvaro membeli mainan, namun ternyata korban dibekap dengan handuk," kata Sayem.

Setelah Alvaro tak bernyawa, tubuh kecilnya disebut dibawa oleh seorang "orang suruhan" menuju Bogor untuk dibuang.

Jasadnya dibungkus plastik, lalu diikat pada sebuah pohon dekat sungai agar tidak terbawa arus.

Sayem juga mengungkap bahwa pelaku menyiapkan sarung tangan hingga plastik untuk menghilangkan jejak.

Yang paling membuat keluarga terpukul, Alex masih sempat ikut mencari Alvaro, seolah ia juga ingin menemukan bocah itu.

Padahal, belakangan polisi memastikan Alex adalah pelaku yang bertanggung jawab atas kematian Alvaro.

Firasat Sang Ibu: Sudah Curiga Sejak Hari Pertama

Dari sisi lain, Arum Indah Kusumastuti—ibu kandung Alvaro—ternyata sudah memiliki firasat buruk sejak awal.

Sayem menuturkan bahwa putrinya sempat ingin mengakhiri hubungan dengan Alex jauh sebelum Alvaro hilang.

“Anak saya tuh udah gak mau. Soalnya dari pertama itu anak saya udah curiga… Tapi anaknya (Arum) udah ngomong. Bapaknya masih belain,” ujarnya.

Arum bahkan bermimpi Alvaro dibawa banjir dan hanya anaknya yang hanyut.

“‘Beneran pak aku diimpiin Alvaro nih udah gak ada anak saya tuh’.”

Namun saat itu belum ada yang menyangka firasat tersebut akan menjadi kenyataan pahit.

Pencarian Selama 8 Bulan & Kebohongan yang Mengiringi

Hari hilangnya Alvaro masih jelas di ingatan ibunya.

Bocah itu meminta izin pergi salat Maghrib di masjid, namun tidak kembali.

“Biasanya itu setiap menjelang maghrib dia tuh pasti pergi ke masjid dekat rumah… tapi dia udah keluar dari sore,” kata Arum.

Keluarga mencari ke berbagai tempat, sampai sempat tertipu kabar palsu di Bekasi.

Alex terus tampil sebagai orang yang paling rajin mencari.

Tugimin, kakek Alvaro, berkata: “Bapak tirinya itu juga ikut membantu mencari… Nah itu nyari berdua sampai malam baru pulang.”

 

Pengungkapan Kasus & Meninggalnya Pelaku

Polisi akhirnya menetapkan sang ayah tiri sebagai tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menegaskan identitas pelaku. “Iya (ayah tiri korban).”

Namun sebelum proses hukum berjalan lebih jauh, Alex meninggal dunia saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan.

Meski begitu, penyidikan terus berlanjut untuk mengungkap keterlibatan orang lain, termasuk sosok “orang suruhan” yang membawa jasad Alvaro ke Bogor. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#ayah tiri #viral #Alvaro #penculikan anak #anak hilang