Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ibu Alvaro Ngaku Sudah Punya Firasat soal Kasus Kematian Sang Anak, Benarkah Motifnya karena Persoalan Cemburu?

Laila Zakiya • Senin, 24 November 2025 | 21:42 WIB

 

ilustrasi penculikan .
ilustrasi penculikan .

SOLOBALAPAN.CPM - Tragedi meninggalnya Alvaro Kiano Nugroho (6) meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya.

Namun di balik penantian delapan bulan dan pencarian yang tak pernah berhenti, terselip cerita bahwa sang ibu, Arum Indah Kusumastuti, ternyata sudah memiliki firasat sejak awal bahwa sesuatu yang buruk menimpa anaknya.

Firasat itu bahkan mengarah pada sosok ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar — yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Fakta-fakta yang terkuak kemudian menghadirkan pertanyaan besar: benarkah motif di balik tindakan keji tersebut adalah persoalan cemburu?

Firasat Sang Ibu: Sudah Curiga sejak Hari Pertama

Nenek Alvaro, Sayem, mengungkapkan bahwa Arum sempat menolak berhubungan lagi dengan Alex karena kecurigaannya.

“Anak saya tuh udah gak mau. Soalnya dari pertama itu anak saya udah curiga. Tapi kan keluarga enggak mungkin ya percaya. Tapi anaknya (Arum) udah ngomong. Bapaknya masih belain. Gak mungkin dong orang sebaik itu sampai ngambil anak kamu,” kata Sayem.

Firasat Arum semakin kuat ketika ia bermimpi Alvaro dibawa banjir dan hanya anaknya yang hanyut.

“‘Beneran pak aku diimpiin Alvaro nih udah gak ada anak saya tuh’.”

Namun pada saat itu keluarga masih mengesampingkan perasaan sang ibu karena selama ini Alex menunjukkan sikap yang sangat baik di depan mereka.

Jejak Pencarian 8 Bulan: Antara Harapan dan Kebohongan

Arum mengenang hari ketika Alvaro meminta izin salat Maghrib di masjid. Ia tidak kembali, dan sejak itu pencarian panjang dimulai.

“Biasanya itu setiap menjelang maghrib dia tuh pasti pergi ke masjid dekat rumah… tapi dia udah keluar dari sore,” ujarnya.

Setelah dilaporkan hilang pada 7 Maret, keluarga menyisir berbagai lokasi, bahkan sempat tertipu kabar palsu di Bekasi.

“Sudah setiap hari sampai dibohongin… ternyata sampai sana orangnya gak ada, gak muncul juga,” kata Arum.

Di sisi lain, Alex tampil sebagai orang yang selalu ikut mencari. Tugimin, sang kakek, berkata:

*Bapak tirinya itu juga ikut membantu mencari… Nah itu nyari berdua sampai malam baru pulang.”

Belakangan, keluarga memahami bahwa bantuan itu hanyalah bagian dari kedok.

Motif Cemburu: Benarkah Penyebabnya?

Kakek Alvaro menyebutkan bahwa Alex dikenal memiliki sifat cemburu berlebihan. Tugimin menuturkan:

“Gak tau Pak, di sana udah punya cowo lagi.”

Arum disebut sering terganggu oleh sikap Alex yang terus-menerus menghubunginya saat ia bekerja di Malaysia. Tugimin menambahkan:

“Kayanya kecurigaan-kecurigaan itu mengganggu pekerjaan juga… dia orangnya cemburuan, pencemburu. Cemburunya besar.”

Dugaan kecemburuan ini menjadi sorotan publik karena dapat menjadi motif kuat di balik tindakan yang dilakukan Alex.

Penangkapan Pelaku dan Temuan Kerangka

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menegaskan bahwa tersangka adalah ayah tiri korban.

“Iya (ayah tiri korban).”

Penemuan kerangka yang diduga milik Alvaro di Tenjo, Bogor, terjadi setelah Alex menunjukkan lokasi tersebut kepada penyidik.

Kepastian identitas masih menunggu hasil tes DNA.

“Kami butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan Labfor,” ujar Kapolres. (lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#ayah tiri #viral #dugaan pembunuhan #Alvaro #anak hilang