Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Yasika Aulia Anak Wakil DPRD Sulsel Dicap 'Ratu MBG' hingga Dianggap Monopoli usai Ketahuan Punya 41 Dapur MBG, BGN Tegaskan Tak Akan Tutup Dapurnya

Laila Zakiya • Minggu, 23 November 2025 | 00:06 WIB

 

Potret Yasika Aulia Ramadhani.
Potret Yasika Aulia Ramadhani.

SOLOBALAPAN.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan nasional.

Sosok Yasika Aulia Ramadhani, putri dari Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, disebut-sebut mengelola 41 dapur MBG melalui yayasan yang dikaitkan dengannya.

Dominasi tersebut membuat publik menjulukinya sebagai “Ratu MBG”, sekaligus memicu dugaan monopoli yang kini sedang dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

BGN Pastikan Tak Akan Tutup 41 Dapur MBG Milik Yasika

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan operasional 41 dapur yang dikelola Yasika.

"Ya enggaklah (dihentikan). Kan udah jalan, masa dihentikan? Nanti gimana anak-anak yang terima manfaat,” ujar Nanik di Istana Kepresidenan.

Ia meminta masyarakat tak lagi mempermasalahkan isu tersebut karena program itu sudah berjalan lama dan terbukti memberi manfaat bagi anak-anak penerima MBG.

Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat verifikasi yayasan mitra MBG ke depannya.

"Enggak (masuk Peraturan Presiden). Nanti masuk di juknis aja mungkin, ya,” lanjutnya.

Publik Soroti 41 Dapur MBG, BGN Temukan Penggunaan Banyak Yayasan

Dalam pemeriksaan internal, Nanik mengonfirmasi kebenaran jumlah dapur yang dikelola Yasika.

“Saya ngecek ke dalam. Ke orang yg melakukan verifikasi, dan benar (punya 41 dapur -red),” kata Nanik.

Ia juga mengungkap adanya penggunaan beberapa yayasan sekaligus untuk memperoleh kuota dapur lebih banyak—padahal BGN sudah mengatur batas maksimal per yayasan.

Aturan BGN: Satu Yayasan Maksimal 10 Dapur

Kepala BGN, Dadan Hindayana, kembali menegaskan aturan resmi terkait pembatasan jumlah dapur.

"BGN menetapkan bahwa satu yayasan hanya boleh mengelola 10 dapur pada provinsi yang sama. Kalau dia pindah provinsi hanya lima, sudah pasti,” jelas Dadan.

Menanggapi kepemilikan 41 dapur oleh Yasika, Dadan menambahkan bahwa seleksi mitra dilakukan berbasis portal dan dokumen, sehingga ia tidak mengetahui identitas pengaju, termasuk Yasika.

"Itu kan bukan uang negara, itu investasi. Jadi siapapun yang mampu membangun, dipersilakan," kata Dadan.

Gerindra Ikut Merespons: “Kita tertibkan”

Kontroversi ini juga menyita perhatian elite Partai Gerindra. Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi singkat namun tegas.

"Kita tertibkan," tulis Dasco pada akun resmi miliknya.

Pernyataan ini menandakan bahwa partai tidak akan membiarkan dugaan monopoli dalam program nasional MBG terus berlarut.

Skala Bisnis Besar di Balik 41 Dapur MBG

Dalam sebuah acara peresmian dapur MBG di Bone, Yasika menjelaskan skala operasional yayasannya:

* 16 dapur di Makassar
* 3 dapur di Parepare
* 2 dapur di Gowa
* 10 dapur di Bone

Yayasannya total memiliki sekitar 850 pekerja di seluruh dapur, dengan 60 ribu penerima manfaat.

Sejak 6 Januari 2025, mereka menjadi salah satu pelopor implementasi MBG di Sulsel.

“Sejak 6 Januari 2025, kami memulai dari Makassar sebagai pelopor makanan bergizi di Sulsel. Melalui Asta Cita MBG, kami ingin mempercepat pemenuhan gizi anak bangsa,” ungkap Yasika.

Di sisi lain, analisis publik menyebut potensi keuntungan dapur MBG sangat besar.

Dengan investasi mencapai Rp1,5 miliar per dapur dan 3.000 porsi per hari, pendapatan bersih diperkirakan mencapai miliaran rupiah per bulan.

Yasika Bantah Monopoli: “Menggerakkan Ekonomi Lokal”

Menanggapi tudingan monopoli, Yasika menegaskan bahwa dapur MBG membawa dampak positif.

“Soal dapur MBG itu untuk menggerakkan ekonomi lokal. Sebab, kami perlu pasokan bahan baku dari petani, peternak, dan pekebun,” ujarnya.

BGN Buka Kanal Aduan 24 Jam

Merespons memanasnya isu ini, BGN membuka kanal Sahabat Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) di nomor 127 selama 24 jam.

Masyarakat dipersilakan melapor terkait dugaan penyalahgunaan yayasan, monopoli dapur, atau ketidaksesuaian dalam program MBG.

BGN juga memastikan bahwa semua laporan akan ditindaklanjuti. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #BGN #Mbg #Yasika Aulia Ramadhani