SOLOBALAPAN.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sukses mencuri perhatian warganet setelah tampil berpidato dalam bahasa Inggris, mewakili Presiden Prabowo Subianto di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) Indonesia–Africa CEO Forum di Afrika Selatan.
Pidato yang berdurasi beberapa menit itu segera viral dan memunculkan gelombang komentar.
Komentar yang paling mendominasi adalah perbandingan yang menilai kemampuan bahasa Inggris Gibran "mendingan daripada bapaknya", yaitu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Pidato Gibran: Fokus Kemitraan Asia–Afrika dan Kabar Bebas Visa
Baca Juga: Wapres Gibran Dukung Menkeu Purbaya Sadewa Ngomong Ceplas-Ceplos!
Dalam unggahan resminya di akun Instagram @gibran_rakabuming, Jumat (22/11/2025), Gibran menuliskan bahwa ia menyampaikan salam Presiden Prabowo kepada delegasi forum tersebut.
Ia menekankan pentingnya memperkuat kemitraan Indonesia–Afrika di tengah dinamika ekonomi global.
"Forum ini adalah langkah besar memperkuat hubungan dan komitmen Indonesia–Afrika. Pertumbuhan ekonomi global bukan hanya harus kuat, tetapi juga fair dan inklusif," tulis Gibran.
Gibran juga menyinggung kembali kunjungan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, ke Jakarta.
Momen tersebut disebut Gibran memperkuat fondasi kerja sama, sekaligus menghasilkan kebijakan baru yang disambut meriah oleh peserta forum:
"Kedua Presiden sepakat untuk bebas visa masuk. Jadi, saya pikir ini kabar baik untuk kalian semua," ucap Gibran disambut tepuk tangan peserta forum.
Pernyataan soal bebas visa ini menjadi salah satu bagian pidato yang paling banyak dibagikan dan dibahas oleh warganet.
Perbandingan dengan Jokowi Mendominasi Komentar Netizen
Video pidato Gibran langsung diserbu komentar, terutama di platform X (Twitter).
Sebagian warganet memberikan pujian karena Gibran dinilai lebih lancar berbahasa Inggris dibandingkan ayahnya, Presiden Joko Widodo, yang sering menjadi sorotan terkait kemampuan bahasa asingnya.
Komentar-komentar bernada perbandingan ini mendominasi kolom diskusi:
"Lumayan English-nya, daripada sang ayah… awokawok," tulis seorang warganet.
"Mendingan daripada bapaknya," komentar lainnya.
Namun, tidak sedikit pula netizen yang melancarkan kritik. Mereka menilai kelancaran Gibran tidak bisa dijadikan ukuran karena seluruh pidato dibacakan dari teks yang sudah disiapkan.
"Baca teks sih," tulis seorang pengguna X.
"Aman, selama nggak ada tanya jawab kan?" sindir warganet lain.
Sebagian netizen juga mempertanyakan apakah Gibran akan tetap tampak lancar jika harus berbicara spontan atau menjawab pertanyaan langsung dalam bahasa Inggris tanpa adanya teks.
Posisi Wapres yang Terus Dibandingkan Publik
Sejak awal menjabat, Gibran memang tak lepas dari sorotan dan perbandingan dengan wakil presiden terdahulu, terutama soal kecakapan diplomatik dan kemampuan bahasa asing.
Kritikan ini diperkuat oleh pengakuan Gibran sebelumnya bahwa ia bukan sosok yang gemar membaca.
Pidato di KTT G20 Afrika Selatan ini menjadi panggung penting bagi Gibran, baik sebagai bukti peningkatan kapasitasnya, maupun sebagai bahan kritik yang membuatnya kembali viral di ruang publik. (dam)
Editor : Damianus Bram