Viral! Difitnah Mesum, Siswa SMA di Serang Panik Dikejar Massa hingga Mobil Terbalik, Ternyata Cuma Tuduhan?
Didi Agung Eko Purnomo• Jumat, 21 November 2025 | 01:23 WIB
Kejar-kejaran anak SMA dengan mobil yang dituduh mesum hingga terguling.
SOLOBALAPAN.COM – Insiden memilukan yang bermula dari fitnah tidak berdasar menggegerkan warga Kota Serang.
Sebuah mobil Honda BRV yang dikemudikan oleh seorang siswi SMA mengalami kecelakaan parah hingga terbalik di tengah jalan pada Senin (17/11/2025) sore.
Kecelakaan ini terjadi setelah pengemudi panik karena dikejar-kejar oleh sekelompok pelajar dan warga yang meneriakinya dengan tuduhan berbuat mesum.
Padahal, setelah diperiksa, tuduhan tersebut terbukti salah besar.
Kronologi: Dituduh Mesum Saat Parkir
Peristiwa bermula di area parkir sebuah gerai makanan di perempatan Kubang. Di dalam mobil tersebut terdapat dua pelajar SMAN 1 Serang (putra dan putri).
Tiba-tiba, seorang warga mengetuk kaca mobil dan menuduh keduanya sedang melakukan tindakan asusila.
Merasa terpojok dan ketakutan, siswi yang berada di balik kemudi langsung tancap gas melarikan diri ke arah Cijawa.
Namun, ia justru dikejar oleh sekelompok pelajar lain dan orang dewasa menggunakan sepeda motor.
Aksi Persekusi di Jalan Raya
Situasi berubah menjadi aksi persekusi yang membahayakan. Dalam video yang viral, massa pengejar terlihat beringas, memukul-mukul bodi mobil yang sedang melaju sambil melontarkan cacian kasar.
Kepanikan sang pengemudi memuncak.
Sekitar dua kilometer dari lokasi awal, tepatnya di Jalan KH Sohari, Kidang, mobil tersebut hilang kendali. Honda BRV itu menabrak kendaraan lain dari arah berlawanan hingga akhirnya terguling dan terbalik.
Fakta Terungkap: Korban Berpakaian Lengkap
Mirisnya, saat mobil sudah dalam kondisi terbalik, massa masih saja menghampiri dan melontarkan tuduhan.
Bahkan, ada provokator yang mengklaim melihat keduanya tanpa busana.
Namun, fakta di lapangan membungkam tuduhan tersebut.
Setelah dievakuasi oleh warga sekitar, kedua pelajar tersebut terbukti masih mengenakan busana lengkap dan tidak melakukan tindakan asusila seperti yang diteriakkan massa.