SOLOBALAPAN.COM - Meskipun aktivitas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan mulai mereda, dampak bencana masih dirasakan.
Hingga Kamis pagi (20/11/2025), ratusan warga dari Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro masih bertahan di lokasi pengungsian. Total pengungsi yang tercatat mencapai 346 jiwa.
346 Jiwa Masih Mengungsi di 8 Titik
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengonfirmasi bahwa jumlah pengungsi masih cukup banyak, terdiri dari anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
"Data sementara hingga Kamis (20/11/2025) pukul 05.40 WIB, jumlah pengungsi kurang lebih 346 jiwa," tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, dalam keterangannya, dikutip dari JawaPos.com, Kamis (20/11/2025).
Ratusan warga tersebut tersebar di delapan titik pengungsian yang berlokasi di dua kecamatan terdampak, Pronojiwo dan Candipuro.
Berikut rincian lokasi dan jumlah pengungsi per Kamis (20/11/2025) pagi:
Kecamatan Pronojiwo (Total 183 Jiwa)
- SDN 04 Supiturang: 64 jiwa
- Masjid Nurul Jadid, Ds. Supiturang: 115 jiwa
- Balai Desa Oro-Oro Ombo: 4 jiwa (termasuk 1 anak-anak)
- Masjid Ar-Rahmah, Desa Oro-Oro Ombo: Nihil (warga terlaporkan sudah pulang)
Kecamatan Candipuro (Total 163 Jiwa)
- Kantor Kecamatan Candipuro: 101 jiwa
- Rumah Kepala Desa Sumbermujur: 55 jiwa (termasuk 23 dewasa, 28 anak-anak, 4 balita)
- SDN 02 Sumberurip: 7 jiwa (termasuk 2 lansia, 1 ibu hamil)
- Balai Desa Penanggal: Nihil (warga terlaporkan sudah pulang)
Korban Luka Bakar Akibat Awan Panas
Satriyo Nurseno juga mengonfirmasi adanya korban luka akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.
"Untuk korban luka bakar terkena awan panas ada 3 orang. Dua orang dievakuasi kemarin, pasangan suami istri asal Kediri dan pagi tadi satu orang, warga Dusun Umbulan Sumbersari," pungkas Satrio.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bersiaga di lokasi untuk memantau aktivitas gunung dan memastikan kebutuhan logistik serta kesehatan pengungsi terpenuhi. (dam)
Editor : Damianus Bram