SOLOBALAPAN.COM - Ada kebijakan baru yang wajib menjadi perhatian seluruh kepala daerah dan jajaran pendidikan!
Presiden Prabowo Subianto secara tegas mengimbau agar kepala daerah tidak lagi menugaskan siswa untuk menyambut kedatangannya saat melakukan kunjungan kerja.
Presiden menilai praktik menyambut pejabat negara di pinggir jalan, terutama yang melibatkan pelajar, tidak perlu dilanjutkan karena mengganggu proses belajar mengajar.
Prabowo Larang Siswa Menyambut di Pinggir Jalan
Baca Juga: 14 Poin Isi RKUHAP yang Baru Disahkan DPR dan Disetujui Prabowo, Poin Mana yang Jadi Kontroversi?
Arahan penting ini disampaikan Prabowo Subianto ketika meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, Jogjakarta, pada Rabu (19/11/2025).
Presiden Prabowo meminta agar kebijakan ini segera disosialisasikan.
Dalam kesempatan itu, ia langsung meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk mengirimkan surat resmi kepada seluruh bupati dan wali kota terkait imbauan tersebut.
“Saya minta Sekretaris Kabinet membuat surat ke bupati dan wali kota. Jika saya melakukan kunjungan kerja, tolong anak-anak sekolah tidak usah menyambut di pinggir jalan. Biarkan mereka tetap belajar di sekolah,” kata Prabowo.
prabowoBaca Juga: Kapan Rapel Kenaikan Gaji PNS Disalurkan? ASN Siap-siap Rekening Gendut, Ini Rincian Kenaikan Gaji yang Disahkan Prabowo
Prabowo menjelaskan, pelajar sebaiknya tetap beraktivitas seperti biasa di sekolah.
Jika ada keinginan untuk mengikuti kegiatannya, mereka dapat menyaksikannya melalui media massa seperti televisi.
Ia menegaskan, tidak ingin para siswa harus menunggu lama di bawah terik matahari hanya untuk menyambut kehadiran seorang pejabat negara.
“Kalau saya datang tidak perlu anak-anak sekolah untuk dikerahkan," imbaunya.
Kebijakan untuk Menjaga Kegiatan Belajar Mengajar
Melalui kebijakan ini, Presiden Prabowo berharap kunjungan kerja pejabat negara tidak lagi mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Menurutnya, kehadiran presiden atau pejabat negara tak seharusnya membebani masyarakat, terutama para pelajar.
"Saya paham kalau memang tidak terlalu panas atau tidak terlalu lama mereka menunggu saya juga tidak ada masalah," pungkasnya.
Imbauan ini sekaligus menekankan fokus pemerintah pada sektor pendidikan dan memastikan proses belajar berjalan maksimal tanpa interupsi seremonial yang tidak perlu. (dam)
Editor : Damianus Bram