Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pray For Ahli Gizi Kenapa Viral di Medsos? Tenaga Profesional Merasa Diremehkan Program MBG Buntut Wacana Ini

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 20 November 2025 | 05:59 WIB
SMP Negeri 5 Rembang Kembalikan 763 Porsi MBG Karena Diduga Tidak Layak Konsumsi.
SMP Negeri 5 Rembang Kembalikan 763 Porsi MBG Karena Diduga Tidak Layak Konsumsi.

SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial belakangan ini diramaikan dengan tagar pilu "Pray For Ahli Gizi".

Tagar ini mendadak trending dan memicu diskusi panas, membuat banyak orang bertanya-tanya: ada apa dengan nasib para tenaga kesehatan di bidang gizi?

Usut punya usut, kegaduhan ini bermula dari kekecewaan mendalam para profesional gizi terhadap wacana pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mereduksi dan meremehkan kompetensi mereka.

Bermula dari Unggahan TikTok

Isu ini meledak setelah akun TikTok @dietsien_nurin membeberkan alasan di balik munculnya tagar tersebut.

Baca Juga: Viral Sosok Yasika Aulia, Putri Politisi Gerindra Usia 20 Tahun yang Pegang 41 Dapur MBG, Kepala BGN Angkat Bicara

Dalam unggahannya, ia menyoroti hasil sebuah forum diskusi terkait program MBG yang mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Forum tersebut dinilai melukai hati para nutrisionis karena menyebut bahwa program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan tanpa keterlibatan tenaga ahli gizi profesional.

Lulusan SMA Dilatih 3 Bulan Bisa Gantikan Ahli Gizi?

Poin yang paling memicu kemarahan adalah rencana pembukaan program pelatihan singkat ("kursus kilat") untuk pengelola program MBG.

Dikabarkan, forum tersebut mewacanakan pelatihan selama tiga bulan yang terbuka bagi lulusan SMA maupun lulusan perguruan tinggi jurusan non-gizi.

Peserta pelatihan singkat ini nantinya akan diberi sertifikat dan dianggap kompeten untuk mengelola gizi dalam program nasional tersebut.

Baca Juga: Netizen Soroti Polemik Kepentingan di Program MBG Usai Viral Anak Pejabat Pegang 41 Dapur Makan Gratis

Merasa Profesi Tidak Dihargai

Rencana ini sontak dianggap sebagai bentuk degradasi terhadap profesi ahli gizi.

Seperti diketahui, untuk menyandang gelar ahli gizi (Nutrisionis/Dietisien), seseorang harus menempuh pendidikan akademik bertahun-tahun (D3, S1, hingga Pendidikan Profesi), mempelajari biokimia, patofisiologi, hingga manajemen sistem penyelenggaraan makanan.

Para tenaga profesional merasa usaha dan ilmu mereka "disamakan" dengan pelatihan instan selama tiga bulan. H

al inilah yang melahirkan solidaritas lewat tagar #PrayForAhliGizi, sebagai bentuk protes agar pemerintah tetap melibatkan tenaga profesional yang kompeten demi keamanan dan kesehatan gizi masyarakat. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #tenaga profesional #program mbg #Pray For Ahli Gizi #sertifikasi