SOLOBALAPAN.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan tengah menjadi sorotan tajam.
Kali ini bukan soal menu, melainkan sosok di balik pengelolaannya.
Yasika Aulia Ramadhani, seorang perempuan muda yang baru menginjak usia 20 tahun, diketahui memegang kendali atas 41 dapur MBG di berbagai wilayah Sulsel.
Fakta ini terungkap saat peresmian dapur MBG di Kabupaten Bone, Jumat (14/11/2025).
Sorotan semakin tajam ketika diketahui bahwa Yasika adalah putri dari Yasir Machmud, politisi Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan.
Kelola Puluhan Dapur di 4 Kabupaten/Kota
Di bawah bendera Yayasan Yasika Group, Yasika memimpin operasi dapur skala besar yang tersebar di beberapa daerah strategis:
-
Makassar: 16 dapur
-
Bone: 10 dapur
-
Parepare: 3 dapur
-
Gowa: 2 dapur
-
Dan sisanya tersebar di wilayah lain.
Skala tanggung jawab yang begitu besar ini memancing keraguan publik.
Banyak pihak mempertanyakan apakah kapasitas dan pengalaman seorang gadis berusia 20 tahun sudah cukup memadai untuk mengelola proyek logistik pangan yang begitu kompleks dan vital.
Isu Nepotisme dan 'Bancakan' Proyek
Posisi Yasika yang merupakan anak pejabat publik tak pelak memicu perdebatan panas.
Warganet mencium aroma konflik kepentingan dan nepotisme.
Istilah "bancakan proyek" pun ramai dibahas di media sosial, mengingat besarnya pengaruh sang ayah di pemerintahan daerah.
Publik khawatir program sosial yang menggunakan anggaran negara ini tidak dikelola secara profesional, melainkan hanya menjadi ladang bisnis keluarga pejabat.
Baca Juga: Profil Yasika Aulia Ramdhani, Anak Politisi Gerindra yang Kelola 41 Dapur MBG
Bayang-bayang Kasus Keracunan dan Standar Keamanan
Kekhawatiran publik bukan tanpa alasan.
Laporan terbaru dari Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah mencatat adanya kasus keracunan makanan dalam program MBG di beberapa wilayah.
Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan dapur umum membutuhkan standar operasional (SOP) yang ketat, pengawasan higienitas tinggi, dan manajemen yang berpengalaman—bukan sekadar "aji mumpung" atau koneksi keluarga.
Yasika: 'Siap Diaudit Terbuka'
Menanggapi gelombang keraguan dan tudingan miring tersebut, Yasika Aulia Ramadhani angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa keterlibatannya dalam program MBG adalah murni inisiatif sosial keluarga untuk membantu warga prasejahtera mendapatkan gizi seimbang.
Yasika juga menantang balik keraguan publik dengan menyatakan kesiapannya untuk transparansi.
"Saya siap melakukan evaluasi dan audit terbuka jika memang diperlukan," tegasnya, berharap akuntabilitas program yang dipimpinnya dapat terbukti.
Kasus ini menjadi ujian bagi transparansi program Makan Bergizi Gratis, sekaligus peringatan akan pentingnya pengawasan ketat agar program sosial tidak disalahgunakan oleh lingkaran kekuasaan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo