Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ini Inisial Polisi Diduga Teman Dekat Dosen Perempuan yang Ditemukan Meninggal di Hotel Semarang, Awalnya Saksi Bilang Begini

Laila Zakiya • Rabu, 19 November 2025 | 15:50 WIB

 

Jenazah Dosen Untag Semarang dievakuasi dari kamar hotel.
Jenazah Dosen Untag Semarang dievakuasi dari kamar hotel.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penemuan jasad seorang dosen perempuan di sebuah kamar hotel di Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, kini memasuki babak baru.

Selain Polrestabes Semarang, penyelidikan juga melibatkan Bid Propam serta Paminal Polda Jawa Tengah.

Sorotan publik mengarah pada sosok pria berinisial B, seorang polisi berpangkat AKBP, yang disebut sebagai orang terakhir bersama korban.

Perempuan bernama DLL, 35 tahun, ditemukan meninggal pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 05.30.

Korban disebut telah menempati kamar kos-hotel itu selama dua tahun terakhir.

Beberapa hari sebelum meninggal, korban diketahui mengalami sakit dan sempat dirawat dengan kondisi tensi mencapai 190 serta gula darah 600.

AKBP B, Polisi yang Temukan dan Melapor Pertama Kali

Menurut informasi yang dihimpun, korban tinggal di kamar tersebut bersama seorang pria berinisial B, 56 tahun.

Ia merupakan perwira menengah Polri berpangkat AKBP dan bertugas sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng.

B yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 05.30.

Setelah itu, B melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gajahmungkur sekitar pukul 07.00 dan ke Inafis Polrestabes Semarang.

Laporan juga disampaikan kepada pihak hotel untuk proses lebih lanjut.

Di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana di lantai kamar 210.

Penyelidikan Meluas, Propam dan Paminal Turun Tangan

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Semarang serta Bid Propam dan Paminal Polda Jateng.

"Dari Propam Polda Jawa Tengah juga melakukan pulbaket pengumpulan bahan keterangan atau penyelidikan mengenai informasi-informasi yang didapat dari berbagai pihak,” ujarnya.

Artanto membenarkan bahwa saksi utama yang memeriksa kejadian tersebut adalah anggota Polri berinisial B yang menjabat Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng.

Ia menambahkan bahwa Paminal telah bergerak mengumpulkan seluruh informasi terkait keterlibatan B.

"Pada prinsipnya Paminal jemput bola atas informasi tersebut,” tegasnya.

Soal dugaan pelanggaran etik, pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan data awal.

“Saat ini masih berproses. Jadi tentunya kalau terproses kan masih mengumpulkan satu persatu ya one by one data-data yang ada,” sambungnya.

Kronologi Temuan dari Versi Penyelidik

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan penemuan jasad DLL dan menegaskan penyelidikan masih berlangsung.

"Nanti kita coba lakukan otopsi. Nanti kita lihat hasil otopsinya seperti apa," ujarnya.

Ia menyebut sudah ada satu saksi yang diperiksa. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian karena menunggu hasil otopsi lengkap.

Dari visum luar awal, tidak ditemukan tanda kekerasan.

“Makanya kita pastikan dengan otopsi,” ungkap Andika.

Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, menambahkan bahwa korban saat itu berada satu kamar dengan seorang pria.

“Inisialnya D, usia 35 tahun. Dia berdua dengan seseorang. Mereka satu kamar, sama laki-laki,” katanya.

Identitas laki-laki tersebut belum dibuka secara resmi oleh pihak Kapolsek, namun ia membenarkan yang bersangkutan telah dimintai keterangan.

“Tidak kami amankan, cuma kemarin sempat kami minta keterangan terkait kronologi saja,” jelasnya.

Menunggu Hasil Otopsi dan Penelusuran Lanjutan

Meski berbagai pihak telah memberikan penjelasan awal, penyebab pasti kematian DLL masih menjadi tanda tanya. Semua pihak menunggu hasil otopsi dari rumah sakit.

“Iya, begitu juga. Betul. Semua sedang dikumpulkan,” tutur Kabidhumas Polda Jateng.

Dengan adanya keterlibatan Propam, Paminal, dan penyidik Satreskrim, publik kini menantikan kejelasan hasil penyelidikan serta apakah ada unsur pelanggaran etik maupun pidana dalam kasus yang menyeret nama AKBP B ini. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#dosen perempuan #hotel #semarang