Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Cucun Syamsurijal Arogan soal Profesi Ahli Gizi di MBG, Langsung Kena Ulti Sejumlah Tokoh: Presiden Ditikam dari Belakang?

Laila Zakiya • Senin, 17 November 2025 | 22:35 WIB

 

Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI, ungkap kalimat kontroversial mengenai ahli gizi.
Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI, ungkap kalimat kontroversial mengenai ahli gizi.

SOLOBALAPAN.COM - Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal, mengenai penghapusan profesi ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu gelombang kritik dari berbagai tokoh nasional.

Kontroversi itu bermula saat Cucun menyebut bahwa posisi ahli gizi dapat digantikan oleh lulusan SMA yang diberi pelatihan tiga bulan.

Komentar tersebut langsung menyulut reaksi publik, termasuk para pemangku kepentingan yang selama ini mengawal kebijakan gizi nasional.

Bahkan sejumlah tokoh menilai pernyataan Cucun bukan hanya meremehkan profesi ahli gizi, tetapi juga dapat berdampak serius pada kualitas program MBG.

Charles Honoris: Ahli Gizi Itu Krusial, Bukan Pelengkap

Anggota DPR RI, Charles Honoris, menjadi salah satu figur yang pertama kali mengkritik secara terbuka.

Melalui unggahan di Instagram pada 17 November 2025, ia menegaskan bahwa profesi ahli gizi tidak bisa digantikan tenaga tanpa kompetensi.

"Ahli gizi bukan sekedar pelengkap. Mereka harus memastikan: Menu seimbang sesuai usia, tak kekurangan zat penting (zat besi, protein, dll), tek kelebihan gula, garam, dan lemak," ujarnya.

Charles juga mengingatkan beragam risiko yang akan muncul bila menu MBG disusun tanpa keahlian yang tepat, seperti:

* Anak tetap kekurangan mikronutrien
* Risiko obesitas dan PTM meningkat
* Anggaran tidak efektif

Ia mencontohkan praktik di Jepang, Korea, hingga Finlandia yang selalu melibatkan ahli gizi dalam program makanan sekolah.

Selain itu, ia mengajak publik mendukung Badan Gizi Nasional agar tetap melibatkan ahli gizi dalam setiap tahapan program.

"Dukung BGN libatkan ahli gizi! Setuju nggak kalau program makan gratis harus berbasis ilmu, bukan cuma asal bagi?," tandasnya.

Gerindra Ikut Menegur: “Bahaya Banget Itu Ngomongnya”

Tak hanya Charles Honoris, respons keras juga datang dari Partai Gerindra.

Melalui komentar di sebuah unggahan TikTok berdurasi 01:50 detik yang menampilkan pernyataan Cucun, akun resmi @gerindra menuliskan:

"Bahaya banget itu ngomongnya, anggota DPR itu yang ngomong, bukan dari BGN."

Video tersebut memperlihatkan Cucun menyampaikan secara gamblang dalam konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung bahwa MBG tidak membutuhkan ahli gizi.

"Nanti saya akan selesaikan di DPR, ketika sudah rapat di DPR, saya ketok kita tidak perlu lagi ahli gizi, tidak perlu persagi, yang diperlukan adalah satu tenaga yang negawasi gizi, tidak perlu ahli gizi. Selesai kalian," tegasnya.

Ungkapan itu membuat publik geram dan memunculkan ribuan komentar, salah satunya menyebut bahwa keputusan tersebut terkesan arogan dan dapat berimbas buruk pada citra pemerintahan.

Tan Shot Yen: “Presiden Sedang Ditikam dari Belakang?”

Tokoh lain yang turut bersuara lantang adalah dokter dan ahli gizi, Tan Shot Yen.

Dalam unggahan Instagram @drtanshotyen (17 November 2025), ia menulis kalimat yang membuat publik tersentak:

"Semakin terang bederang dengan siapa kita 'berperang'."

Ia kemudian memberi pernyataan yang lebih tegas:

"Boleh gak sih jika saya bilang Presiden sedang ditikam dari belakang?"

Menurutnya, kebijakan menghapus peran ahli gizi sama saja dengan membuat program MBG seperti “pesawat tanpa pilot”.

"Cukup ground staff yang diberi les 3 bulan lalu suruh bawa boeing atau airbus. Air crash tak terelakan tebak siapa yang dihujat? Program gagal katanya. Gak perlu percaya lagi pemerintah," ungkapnya.

Tan Shot Yen menyebut minimnya peran ahli gizi dapat membuat program MBG menjadi proyek bagi-bagi uang yang dipenuhi produk ultra proses.

Ia juga menyoroti hilangnya marwah profesi akibat kebijakan yang disebutnya sebagai bentuk “tiran keserakahan dan kekuasaan”. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Cucun Syamsurijal #Mbg #ahli gizi