Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Densus 88 Ungkap Fakta Baru: Pelaku Bom SMAN 72 Terinspirasi Grup Medsos 'Pemuja Kekerasan', Simpan Dendam Akibat Dibully

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 12 November 2025 | 22:06 WIB
Benda menyerupai senjata api di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Benda menyerupai senjata api di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

SOLOBALAPAN.COM - Fakta baru yang mengerikan terungkap dari penyelidikan kasus ledakan bom di Masjid SMAN 72 Jakarta.

Tim Densus 88 Antiteror Polri mengonfirmasi bahwa pelaku, yang merupakan siswa kelas XII berinisial FN, ternyata menyimpan dendam kesumat sejak awal tahun 2025 akibat perundungan (bullying) yang diterimanya.

Pelaku, yang kini berstatus Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH), diketahui merasa terisolasi dan kesepian.

Yang lebih mengkhawatirkan, ia terbukti bergabung dengan sebuah komunitas online di media sosial yang secara aktif mengagungkan dan memuji tindak kekerasan brutal.

Mencari Validasi di Komunitas Pemuja Kekerasan

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa pelaku merasa tertindas dan tidak tahu harus melampiaskan kemarahannya kepada siapa.

Perasaan dendam ini mendorongnya untuk mencari informasi di internet tentang cara-cara melakukan kekerasan.

Di situlah ia menemukan dan bergabung dengan komunitas online tersebut.

Mayndra menyebut, di dalam grup itu, para anggota biasa mengunggah rekaman aksi brutal mereka dan akan mendapatkan pujian.

"Motivasinya (muncul) ketika beberapa pelaku melakukan tindakan kekerasan lalu di-upload ke media tersebut. Komunitas itu akan mengapresiasi sesuatu hal yang dianggap heroik," ujar Mayndra, Selasa (11/11/2025).

Pujian "heroik" dari komunitas sesat inilah yang diduga kuat memotivasi dan menginspirasi FN untuk melakukan aksinya di sekolah.

Terobsesi Teroris Pembantai Jemaah Masjid

Obsesi pelaku terhadap kekerasan semakin parah setelah ia mempelajari berbagai kasus penembakan massal di luar negeri.

Hal ini terbukti dari temuan di lokasi ledakan.

Pelaku menempelkan nama-nama teroris supremasi kulit putih (pembantai jemaah masjid) di senjata mainan yang dibawanya sebagai bentuk kekaguman.

Nama-nama teroris yang ia tulis antara lain:

Korban Bully yang Menjadi Pelaku Teror

Kombinasi antara dendam pribadi akibat bullying, rasa kesepian, dan radikalisasi online dari komunitas pemuja kekerasan, akhirnya mendorong FN melakukan aksi terornya pada Jumat (7/11/2025) lalu, yang menyebabkan 54 siswa lainnya luka-luka. (did)

Photo
Photo
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#dendam #Pemuja Kekerasan #dibully #Pelaku Bom SMAN 72 #fakta baru #densus 88