Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jokowi Buka Suara Terkait Polemik Gelar Pahlawan Soeharto: Setiap Pemimpin Punya Kelebihan dan Kekurangan, Publik Harus Menghargai

Antonius Christian • Senin, 10 November 2025 | 23:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ikut angkat bicara terkait polemik pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

Jokowi menegaskan bahwa setiap pemimpin bangsa memiliki peran dan jasa besar bagi negara, termasuk dua tokoh yang baru diberi gelar, Soeharto dan Gus Dur.

“Setiap pemimpin, baik itu Presiden Soeharto maupun Presiden Gus Dur, pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara. Dan kita semuanya harus menghargai,” ujar Jokowi.

Keputusan Sudah Melalui Kajian Tim Pakar

Menurut Jokowi, pemerintah menyadari bahwa setiap pemimpin memiliki sisi kelebihan dan kekurangan.

Oleh karena itu, keputusan pemberian gelar pahlawan tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui mekanisme resmi dan proses panjang.

“Kita sadar setiap pemimpin pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Pemberian gelar jasa terhadap para pemimpin itu melalui proses dan pertimbangan dari tim pemberian gelar pahlawan,” tegasnya.

Jokowi juga meminta masyarakat untuk menghormati keputusan tersebut. Ia menilai, baik Soeharto maupun Gus Dur telah memberi kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.

Pro dan Kontra Bagian dari Demokrasi

Menanggapi munculnya penolakan dari sejumlah pihak terkait rekam jejak Soeharto yang diselimuti isu HAM dan KKN, Jokowi menilai hal itu merupakan bagian wajar dari dinamika demokrasi.

“Ya biasa dalam negara demokrasi ada pro dan kontra. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Yang jelas, keputusan ini melalui kajian dari tim dan para pakar yang memiliki pertimbangan matang. Semua pihak sebaiknya menghargai,” pungkasnya. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
#jokowi #joko widodo #hari pahlawan #soeharto #pahlawan nasional