SOLOBALAPAN.COM — Fakta baru terungkap di balik insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang mengguncang publik pada Jumat (7/11/2025).
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri memastikan bahwa ada tujuh bahan peledak yang ditemukan di lokasi.
Namun, dari total tujuh bom tersebut, hanya empat yang meledak di dua titik berbeda.
Tiga sisanya berhasil diamankan dalam kondisi belum aktif.
“Benar bahwa ditemukan tujuh peledak,” ujar AKBP Mayndra Eka Wardhana, juru bicara Densus 88 Antiteror Polri.
Ia menambahkan, “Yang tiga tidak meledak.”
Densus 88 kini telah mengamankan seluruh bahan peledak dan memastikan lokasi dalam keadaan steril.
Meski jenis bom sudah teridentifikasi, pihak kepolisian belum merilis detailnya ke publik dan menyerahkan keterangan teknis lebih lanjut kepada Brimob Gegana serta Polda Metro Jaya.
Kondisi 13 Korban di RS Islam Jakarta: Satu Sudah Boleh Pulang
Hingga Minggu (9/11), sebanyak 13 korban ledakan masih menjalani perawatan di RS Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih.
Direktur Utama RSIJ, Pradono Handojo, mengungkapkan bahwa sebelumnya ada 14 pasien, namun satu di antaranya telah dipulangkan.
“Kondisinya (pasien) HCU dan ICU kondisinya tanda-tanda vitalnya stabil. Namun, masih belum bisa dikatakan baik untuk memungkinkan dipindahkan ke ruang rawat inap,” jelas Pradono.
Dari total 13 pasien, 11 orang dirawat di ruang rawat inap, 1 di High Care Unit (HCU), dan 1 lagi di Intensive Care Unit (ICU).
Tim dokter disebut terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam.
Pradono juga menyebutkan bahwa beberapa korban diperkirakan bisa pulang dalam 3–5 hari ke depan, tergantung hasil asesmen medis masing-masing pasien.
“Alhamdulillah dikabarkan bahwa nanti sore sudah bisa pulang satu. Secara umum kondisinya semuanya membaik secara berangsur-angsur,” ujarnya.
Terduga Pelaku Juga Dirawat, Tapi Identitasnya Masih Dirahasiakan
Dalam insiden yang menelan total 96 korban luka, salah satu yang turut dirawat adalah terduga pelaku ledakan.
Namun, pihak rumah sakit menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk membeberkan identitas maupun kondisi detail pelaku.
“Kami dari rumah sakit fokus pada semua korban, baik korban ataupun terduga (pelaku). Namun, kami tidak diotorisasikan untuk menceritakan karena yang bersangkutan, terduga, juga masih dalam proses penyelidikan dan merupakan kewenangan Polri,” ujar Pradono Handojo.
Ia memastikan bahwa seluruh pasien, termasuk terduga pelaku, dalam kondisi stabil dan menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Sekolah Mulai Pulih, Proses Belajar Dilanjutkan Secara Online
Pasca-ledakan yang terjadi di masjid lingkungan sekolah saat salat Jumat, aktivitas pendidikan di SMAN 72 sempat dihentikan total.
Namun, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan bahwa proses belajar-mengajar akan kembali digelar secara daring mulai Senin (10/11/2025).
KPAI menegaskan pembelajaran online ini akan dievaluasi secara bertahap, dengan rencana kegiatan tatap muka normal dimulai pada 17 November 2025, setelah kondisi dinilai benar-benar aman.
Ledakan yang terjadi pada Jumat siang itu memang sangat kuat, mengingat jumlah jemaah di masjid sekolah cukup banyak saat kejadian berlangsung.
Suara dentuman terdengar hingga ke kawasan sekitar, membuat warga panik dan berhamburan keluar.
Kondisi Terbaru Korban di Beberapa Rumah Sakit
Selain 13 korban di RSIJ Cempaka Putih, 14 korban lainnya masih dirawat di RS Yarsi, dan 1 orang di RS Pertamina Jaya.
Dari total 96 korban, sebagian besar mengalami luka bakar dan trauma akibat gelombang ledakan.
Polisi kini terus melakukan pendalaman terkait asal bahan peledak, motif pelaku, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. (lz)
Editor : Laila Zakiya