Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apa Itu Suku Anak Dalam? Viral Disebut Beli Bilqis Balita yang Diculik di Makassar, Begini Kronologinya

Laila Zakiya • Senin, 10 November 2025 | 15:44 WIB
Penculikan Bilqis Makassar (Foto: Polda Jambi)
Penculikan Bilqis Makassar (Foto: Polda Jambi)

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penculikan Bilqis, balita berusia 4 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan, kini tengah menjadi sorotan nasional.

Bocah malang itu sempat dikabarkan dijual ke kelompok Suku Anak Dalam di Jambi seharga Rp80 juta, sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan selamat.

Dijual Dua Kali: Dari Rp3 Juta hingga Rp80 Juta

Kasus ini bermula pada Minggu (2/11/2025), saat Bilqis dilaporkan hilang di sekitar Taman Pakui Sayang, Makassar.

Rekaman CCTV menunjukkan seorang perempuan misterius membawa pergi Bilqis. Setelah laporan dibuat, polisi segera melakukan pencarian intensif.

Pelaku utama bernama Sri Yuliana alias Ana (30) akhirnya ditangkap.

Ia mengaku menjual Bilqis seharga Rp3 juta kepada pihak lain.

Transaksi dilakukan melalui dua kali transfer — Rp500.000 dan Rp2.500.000 — dengan alasan “diminta oleh pembeli”.

Namun, dari hasil pengembangan kasus, Bilqis ternyata kembali dijual di Jambi oleh pasangan Adefrianto Syahputra (36) dan Mery Ana (42) dengan harga yang jauh lebih tinggi, yakni Rp80 juta.

Keduanya ditangkap di Kota Sungai Penuh, Jambi, pada Jumat (7/11/2025) oleh tim gabungan Polrestabes Makassar, Polda Jambi, dan Polres Kerinci.

Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku menjual Bilqis kepada kelompok Suku Anak Dalam yang tinggal di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi.

Setelah melakukan pelacakan ke lokasi yang dimaksud, tim kepolisian berhasil menemukan Bilqis dalam keadaan selamat.

Bocah itu langsung dievakuasi ke Polres Merangin untuk pemeriksaan medis sebelum dipulangkan ke keluarganya di Makassar.

Baca Juga: Pesan Tegas Nova Arianto untuk Timnas Indonesia U-17: Tak Peduli Lolos atau Tidak, Skuad Garuda Muda Wajib Menang Lawan Honduras!

Apa Itu Suku Anak Dalam?

Kasus ini membuat publik penasaran — siapa sebenarnya Suku Anak Dalam yang disebut dalam pengakuan pelaku?

Suku Anak Dalam adalah salah satu suku asli Sumatera yang hidup di wilayah pedalaman, terutama di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.

Mereka juga dikenal dengan sebutan Suku Kubu, Orang Rimba, atau Orang Ulu.

Sebagian besar anggota suku ini tinggal di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).

Secara historis, mereka diyakini merupakan keturunan kelompok Moyang Segayo — nenek moyang yang melarikan diri ke hutan untuk menghindari konflik pada masa lalu.

Dalam tradisi lisan, sebagian juga percaya bahwa Suku Anak Dalam berasal dari Pagaruyung, Sumatera Barat, karena memiliki kesamaan budaya dan bahasa dengan masyarakat Minangkabau, termasuk sistem kekerabatan matrilineal.

Hingga kini, sebagian besar Suku Anak Dalam masih mempertahankan gaya hidup nomaden — berpindah dari satu tempat ke tempat lain di dalam hutan.

Sebagian mengenakan pakaian sederhana seperti cawat dan kemben, meski kini beberapa sudah mulai menggunakan pakaian modern.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki kebenaran klaim pelaku soal penjualan anak ke kelompok ini.

Hingga kini, belum ada bukti bahwa komunitas Suku Anak Dalam terlibat langsung dalam jaringan perdagangan manusia.

Kronologi Lengkap Kasus Bilqis

Berikut adalah rangkaian kronologinya:

1. Minggu, 2 November 2025: Bilqis hilang saat bermain di Taman Pakui Sayang, Makassar.
2. Senin, 3 November 2025: Keluarga resmi melapor ke Polsek Panakkukang. CCTV menunjukkan Bilqis dibawa seorang wanita.
3. 3–7 November 2025: Pencarian intensif dilakukan oleh kepolisian hingga ditemukan jejak sindikat lintas provinsi.
4. Jumat, 7 November 2025: Dua pelaku utama ditangkap di Jambi.
5. Sabtu, 8 November 2025: Bilqis ditemukan dalam kondisi selamat di Merangin, Jambi.
6. Minggu, 9 November 2025: Bilqis tiba kembali di Makassar dan diserahkan ke keluarganya di Mapolrestabes Makassar.

Tangis haru pecah saat ayah Bilqis, Dwi Nurmas (34), memeluk putrinya untuk pertama kali setelah hampir sepekan terpisah.

“Terima kasih banyak bapak Kapolrestabes,” ucapnya penuh haru.

Polisi Dalami Jaringan Perdagangan Anak

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memastikan kasus ini akan terus dikembangkan.

Polisi tengah menelusuri apakah ada jaringan sindikat perdagangan anak lintas daerah yang melibatkan lebih banyak pelaku.

“Kami akan menelusuri sejauh mana keterlibatan para pelaku, termasuk pihak yang membeli maupun memperdagangkan anak korban,” ujarnya.

Sementara itu, Bilqis kini berada dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan medis.

Ia kembali ke pelukan keluarganya di Jl Pelita 2, Lorong 3, Kecamatan Rappocini, Makassar, dengan pengawalan ketat dari kepolisian. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #makassar #penculikan #suku anak dalam