Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengerikan Ledakan SMAN 72 Jakarta: Ada 96 Korban Luka dan Dugaan Pelaku adalah Siswa Sendiri, Korban Bullying

Damianus Bram • Minggu, 9 November 2025 | 16:41 WIB
Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Rangkaian penyelidikan Tim Gabungan pasca ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jumat (7/11/2025), mengungkap sejumlah fakta penting.

Data terbaru mencatat jumlah korban luka mencapai 96 orang, dan yang paling mencengangkan, terduga pelaku di balik insiden adalah salah seorang siswa sekolah tersebut.

Ledakan terjadi di dalam masjid sekitar pukul 12.15 WIB saat puluhan korban tengah melaksanakan ibadah salat Jumat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi total korban luka mencapai 96 orang.

Sebagian besar sudah dibolehkan pulang, namun 29 korban masih menjalani perawatan intensif di RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina.

Terduga Pelaku Siswa Korban Bullying

Polda Metro Jaya mengungkap temuan mencengangkan: terduga pelaku termasuk dalam salah satu korban luka berat yang dievakuasi dan sempat menjalani operasi di rumah sakit.

Aparat kepolisian mendalami informasi yang menyebut bahwa terduga pelaku adalah korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolahnya.

Polisi memastikan hak pelaku sebagai seorang anak juga dipenuhi selama proses penyelidikan.

Terduga pelaku sudah dalam keadaan sadar pasca operasi, namun masih butuh waktu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Polri belum menyebut secara eksplisit sumber ledakan adalah bom. Kapolri hanya mengungkap temuan di lokasi terindikasi sebagai serbuk.

Densus 88 Antiteror dan Puslabfor Mabes Polri turut dilibatkan untuk mendalami sumber ledakan.

Fakta Lain dan Penjagaan Ketat

Dari kesaksian korban, ledakan tidak hanya terdengar satu kali, melainkan beberapa kali, termasuk di luar masjid.

Selain itu, Polisi menepis temuan benda menyerupai senjata api (senpi) laras panjang dan pistol di lokasi.

Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus memastikan benda tersebut bukan senpi, melainkan mainan.

Lokasi ledakan berada di lingkungan Komplek Kodamar (TNI AL). Karena itu, SMAN 72 dan ruang perawatan korban dijaga ketat oleh petugas dari kepolisian dan Polisi Militer TNI AL (Pomal).

Polda Metro Jaya dan pemerintah daerah sepakat bahwa aktivitas belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta harus segera normal kembali paling lambat Senin (10/11/2025), untuk menghindari gangguan berlarut terhadap aktivitas pendidikan. (dam)

Editor : Damianus Bram
#bom #SMAN 72 Kelapa Gading #Ledakan SMAN 72 Jakarta #siswa #bullying