Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Berita Duka! Mengenal Profil Antasari Azhar, Mantan Ketua KPK yang Dikenal Tegas dan Pernah Terseret Kasus Kontroversial

Damianus Bram • Sabtu, 8 November 2025 | 22:22 WIB
Antasari Azhar.
Antasari Azhar.

SOLOBALAPAN.COM – Kabar duka datang dari dunia hukum dan pemberantasan korupsi.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, meninggal dunia pada Sabtu, 8 November 2025.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman.

Antasari dikenal sebagai jaksa karier yang tegas dan memimpin KPK dalam penindakan kasus korupsi kelas kakap.

Latar Belakang: Dari Belitung ke Penegak Hukum

Dilansir dari laman Wikipedia, Antasari Azhar lahir pada 18 Maret 1953 di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Ia menempuh pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (lulus 1981).

Semasa kuliah, ia aktif sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan terlibat dalam demonstrasi 1978, menunjukkan jiwa aktivis sejak muda.

Untuk menunjang profesionalismenya, ia mengikuti kursus hukum di luar negeri, termasuk Commercial Law di Australia.

Kariernya dimulai di BPHN Departemen Kehakiman (1981–1985). Ia kemudian menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (1985–1989), lalu di Tanjung Pinang (1989–1992).

Kariernya berlanjut sebagai Kasi Penyidikan Korupsi Kejati Lampung (1992–1994) dan Kasi Pidana Khusus Kejari Jakarta Barat (1994–1996).

Ia menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997–1999), Kasubdit Upaya Hukum Pidana Khusus di Kejaksaan Agung (1999), serta Kasubdit Penyidikan Pidana Khusus Kejagung (1999–2000).

Pada tahun 2000, ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Hubungan Media Massa Kejaksaan Agung. 

Karier Puncak dan Kasus Tommy Soeharto

Puncak pengaruhnya di institusi kejaksaan terjadi saat ia menjabat Kepala Kejari Jakarta Selatan (2000–2007).

Salah satu kasus paling menonjol yang ditanganinya adalah eksekusi terhadap Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), putra bungsu Presiden Soeharto, yang divonis 18 bulan penjara atas kasus korupsi.

Tugas eksekusi ini penuh drama setelah Tommy Soeharto menghilang dan dinyatakan buron selama berbulan-bulan.

Meskipun tidak pernah terbukti menerima suap, nama Antasari terseret dalam polemik yang mengguncang kredibilitas kejaksaan kala itu.

Memimpin KPK dan Kasus yang Menghentikan Jabatan

Pada Desember 2007, Antasari terpilih sebagai Ketua KPK menggantikan Taufiequrachman Ruki, dan di bawah kepemimpinannya, KPK tampil sangat agresif.

Namun, masa jabatannya berakhir tragis. Pada Mei 2009, ia ditangkap atas dugaan menjadi dalang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran. Motif kasus ini disebut-sebut terkait isu pribadi, termasuk tudingan perselingkuhan, yang hingga kini masih diperdebatkan.

Antasari divonis 18 tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan pada 11 Februari 2010, meski ia membantah semua tuduhan dan menyatakan dirinya dijebak.

Setelah tujuh tahun menjalani hukuman, Presiden Joko Widodo memberikan grasi pada Januari 2017 atas dasar kemanusiaan.

Antasari Azhar meninggalkan warisan sebagai tokoh yang pernah berada di puncak kekuasaan penegakan hukum, namun juga harus menghadapi ujian terberat dalam hidupnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#komisi pemberantasan korupsi #eks ketua kpk #Antasari Azhar meninggal dunia #antasari azhar #profil