Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Meninggal Dunia Hari Ini, Eks Ketua KPK Antasari Azhar Sakit Apa? Jenazahnya akan Disalatkan di Masjid Asy Syarif BSD

Laila Zakiya • Sabtu, 8 November 2025 | 21:44 WIB
Antasari Azhar.
Antasari Azhar.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka datang dari dunia hukum Indonesia.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025) dalam usia 72 tahun.

Sosok yang sempat dikenal tegas dalam memberantas korupsi itu mengembuskan napas terakhir di kediamannya di kawasan Tangerang Selatan, Banten.

Sakit Lama Sebelum Wafat

Kabar meninggalnya Antasari dikonfirmasi langsung oleh Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) sekaligus mantan kuasa hukumnya.

“Iya, iya (meninggal dunia). Ini mau dishalatkan di Masjid As Syarif, habis Ashar,” kata Boyamin, Sabtu siang.

Ia menambahkan bahwa Antasari meninggal karena sakit yang telah lama dideritanya.

“Sakit sudah agak lama juga,” ujarnya.

Boyamin pun meminta doa dari masyarakat agar almarhum diampuni segala kesalahannya dan diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Mohon doanya, mohon dimaafkan segala hal salahnya dan kita doakan semua mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya di akhirat," ujarnya.

Disalatkan di Masjid Asy Syarif BSD

Jenazah Antasari Azhar rencananya akan disalatkan di Masjid Asy Syarif, BSD, Tangerang Selatan, selepas salat Ashar.

Kabar ini juga dibenarkan oleh pengurus masjid setempat setelah dikonfirmasi langsung oleh Boyamin.

"Betul barusan konfirmasi ke pengurus Masjid Asy Syarif memang akan diselenggarakan salat jenazah Pak Antasari ba'da Asar," kata Boyamin Saiman.

Ucapan duka juga datang dari sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, yang menuliskan belasungkawa melalui akun X pribadinya.

“Turut mengantar dengan doa kepulangan Pak Antasari Azhar ke haribaan Sang Khalik. Husnul hayat wa husnul khatimah. Lahu Al-Fatihah,” tulis Anas.

Perjalanan Panjang Seorang Jaksa hingga Ketua KPK

Lahir di Pangkalpinang, Bangka Belitung, 18 Maret 1953, Antasari Azhar menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Setelah lulus, ia memulai karier panjang di dunia hukum melalui berbagai posisi strategis di Kejaksaan Agung.

Berikut perjalanan karier lengkapnya:

* BPHN Departemen Kehakiman (1981–1985)
* Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang (1989–1992)
* Kasi Penyidikan Korupsi Kejati Lampung (1992–1994)
* Kasi Pidana Khusus Kejari Jakarta Barat (1994–1996)
* Kepala Kejari Baturaja (1997–1999)
* Kasubdit Upaya Hukum Pidsus Kejagung (1999)
* Kasubdit Penyidikan Pidsus Kejagung (1999–2000)
* Kepala Bidang Hubungan Media Massa Kejagung (2000)
* Kepala Kejari Jakarta Selatan (2000–2007)
* Ketua KPK (2007–2009)

Antasari diangkat sebagai Ketua KPK pada 18 Desember 2007, menggantikan Taufiequrachman Ruki. Di masa kepemimpinannya, KPK dikenal berani menjerat sejumlah pejabat tinggi negara.

Namun, kariernya terhenti pada 11 Oktober 2009, setelah diberhentikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyusul keterlibatannya dalam kasus hukum pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, yang kala itu menuai kontroversi dan dugaan kriminalisasi terhadap KPK.

 

Meski perjalanan hidupnya penuh lika-liku, Antasari dikenal sebagai pribadi yang teguh, disiplin, dan religius.

Sejumlah kolega di KPK maupun Kejaksaan mengingatnya sebagai figur yang peduli terhadap pemberantasan korupsi dan memiliki integritas tinggi dalam bekerja.

Kini, kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia hukum Indonesia. Jenazahnya akan dimakamkan usai disalatkan di Masjid Asy Syarif, BSD, Tangerang Selatan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#eks ketua kpk #antasari azhar