Siapa Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta? Ternyata Siswa Sendiri, Diduga Balas Dendam Akibat Sering Dibully
Didi Agung Eko Purnomo• Sabtu, 8 November 2025 | 01:06 WIB
Kondisi pasca ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
SOLOBALAPAN.COM – Kabar geger datang dari SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Sebuah ledakan mengguncang masjid sekolah pada Jumat (7/11/2025) siang, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah Salat Jumat.
Total 54 siswa dilaporkan mengalami luka-luka ringan hingga sedang.
Yang paling mengejutkan, pelaku teror ini ternyata adalah siswa dari sekolah itu sendiri, seorang siswa kelas XII berinisial FN.
Diduga Balas Dendam Akibat Sering Dibully
Menurut keterangan saksi mata berinisial ZA, yang juga siswa SMAN 72, pelaku FN dikenal sebagai sosok yang pendiam, sering menyendiri, dan kerap mengenakan jas putih di sekolah.
Saksi menduga aksi nekat ini dipicu oleh dendam akibat perundungan (bullying) yang sering dialami oleh FN.
"Pelaku dikenal pendiam dan sering menyendiri di lingkungan sekolah. Bahkan FN disebut kerap mengalami bullying," ungkap saksi mata.
ZA menduga FN menyimpan dendam kepada teman-temannya karena "perundungan" yang dilakukan terhadapnya.
Ledakan dari Bom Rakitan Saat Salat Jumat
Ledakan pertama terjadi di musala saat ibadah Salat Jumat sedang berlangsung. Saksi mengaku mendengar dua kali ledakan keras.
"Bomnya kaya kawat besi, bukan petasan kertas, tapi kaya kaleng minuman di dalam diduga ada bahan peledak," jelas ZA, menggambarkan temuan di lokasi yang diduga bom rakitan.
Situasi semakin mencekam karena FN dilaporkan mengaku telah menempelkan bahan peledak di tiga titik sekolah, termasuk musala dan kantin.
Kapolda Metro Jaya: Total 54 Korban Luka
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, yang turun langsung ke lokasi, mengonfirmasi jumlah korban. Ia menyatakan total 54 siswa mengalami luka ringan hingga sedang.
"Data yang kita terima, 54 orang luka ringan sedang, ada yang sudah pulang," kata Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Para korban telah dievakuasi ke dua rumah sakit terdekat, yaitu RS Yarsi dan RS Islam Jakarta, Cempaka Putih.
Pihak kepolisian kini masih menyisir lokasi dan mendalami motif pelaku lebih lanjut. (did)