SOLOBALAPAN.COM - Kabar geger datang dari Jakarta. Sebuah ledakan mengguncang Masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) siang, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah Salat Jumat.
Peristiwa ini sontak menjadi sorotan nasional, terutama setelah beredarnya foto-foto barang bukti yang sangat meresahkan.
Di lokasi kejadian, ditemukan sebuah senjata yang menyerupai senapan serbu AR-15. Lebih mengerikan lagi, pada badan senjata tersebut tertulis nama-nama teroris supremasi kulit putih yang dikenal sebagai pembantai umat Islam di masjid.
Dugaan Awal: Sound System Meledak
Laporan awal dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Jakarta Utara menyebutkan bahwa ledakan yang dilaporkan sekitar pukul 12.09 WIB ini diduga berasal dari sound system masjid.
Namun, dugaan ini segera diragukan setelah Tim Penjinak Bom (Jihandak) dari TNI AL dan pihak kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan ada korban luka.
Temuan Senjata Bertulis Nama Teroris
Situasi menjadi semakin mencekam setelah beredar foto senjata api (belum dipastikan asli atau airsoftgun) yang ditemukan di lokasi.
Pada senjata tersebut, tertulis beberapa nama, termasuk:
-
'Brenton Tarrant Welcome To The Hell'
-
Alexander Bissonnette
Penemuan nama-nama ini mengindikasikan bahwa ledakan tersebut kemungkinan besar bukanlah kecelakaan biasa, melainkan sebuah aksi teror yang telah direncanakan, yang meniru para pelaku terorisme sayap kanan.
Lantas, siapa dua nama tersebut?
1. Siapa Brenton Tarrant? (Teroris Christchurch)
Brenton Harrison Tarrant adalah nama yang paling dikenal dalam daftar tersebut.
Ia adalah teroris supremasi kulit putih asal Australia yang melakukan pembantaian paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru.
-
Aksi: Pada 15 Maret 2019, Tarrant melakukan siaran langsung saat ia menembak mati 51 jemaah Salat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru (Masjid Al Noor dan Masjid Linwood).
-
Senjata: Dalam aksinya, Tarrant juga menggunakan senapan AR-15 yang telah dimodifikasi dan ditulisi berbagai nama tokoh serta slogan supremasi kulit putih.
-
Hukuman: Tarrant kini telah dijatuhi hukuman terberat di Selandia Baru: penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
2. Siapa Alexander Bissonnette? (Teroris Quebec)
Nama kedua yang tertulis, Alexander Bissonnette, juga merupakan pelaku terorisme anti-Muslim.
-
Aksi: Pada 29 Januari 2017, Bissonnette melakukan serangan penembakan brutal di Pusat Kebudayaan Islam (Masjid) di Quebec, Kanada, saat para jemaah baru saja selesai salat.
-
Korban: Serangan tersebut menewaskan enam orang dan melukai delapan lainnya.
-
Hukuman: Bissonnette juga telah ditangkap dan didakwa atas serangkaian pembunuhan.
Penemuan dua nama teroris pembantai jemaah masjid ini pada senjata di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta kini menjadi fokus utama penyelidikan kepolisian untuk mengungkap motif dan pelaku di balik peristiwa mengerikan ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo