SOLOBALAPAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya drama pengejaran saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Riau, Abdul Wahid (AW).
Pengejaran ini berujung pada penangkapan Abdul Wahid di sebuah kafe di wilayah Riau.
“Kemudian terhadap Saudara AW yang merupakan kepala daerah atau Gubernur Riau, tim sempat melakukan pencarian dan pengejaran,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa (5/11/2025).
Budi menjelaskan lebih lanjut, pengejaran tersebut berakhir ketika Abdul Wahid ditemukan. “Kemudian (Gubernur Riau Abdul Wahid, red.) diamankan di salah satu kafe yang berlokasi di Riau,” jelasnya.
Saat ini, Abdul Wahid telah berada di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif bersama sembilan orang lainnya yang juga diamankan dalam operasi senyap tersebut.
OTT Abdul Wahid, Kasus ke-6 KPK Tahun 2025
OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid pada 3 November 2025 ini merupakan OTT KPK yang keenam di tahun 2025.
Jumlah ini menunjukkan keseriusan lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi di berbagai daerah dan kementerian.
Dikutip dari JawaPos.com, beberapa kasus OTT besar yang telah dilakukan KPK sepanjang tahun 2025 antara lain:
Maret 2025: Menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Juni 2025: OTT terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Provinsi Sumut.
Agustus 2025 (Kolaka Timur): OTT terkait dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Agustus 2025 (Jakarta): OTT mengenai dugaan suap terkait dengan kerja sama pengelolaan kawasan hutan.
Kasus Kemenaker: OTT terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang melibatkan Immanuel Ebenezer Gerungan (Wakil Menteri Ketenagakerjaan saat itu). (dam)