SOLOBALAPAN.COM - Memasuki bulan November 2025, informasi mengenai pencairan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah menjadi salah satu topik yang paling dinantikan oleh masyarakat.
Program-program ini dirancang untuk membantu meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan.
Terkait hal ini, sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Indah Yusni merinci tujuh jenis bantuan dari pemerintah yang dijadwalkan akan cair pada bulan November 2025.
Video tersebut mengklaim bahwa pencairan ini mencakup bantuan reguler dan tambahan, dengan beberapa penerima manfaat (KPM) berpotensi menerima bantuan ganda.
Menurut pemaparan dalam video, nominal bantuan yang akan diterima bervariasi, mulai dari Rp175.000 hingga hampir Rp3 juta per KPM.
Bantuan ini bersumber dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Proses pencairan dilaporkan akan dilakukan melalui dua mekanisme utama: transfer ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui Bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI), atau diambil melalui PT Pos Indonesia.
Berikut adalah rincian tujuh bantuan yang dibahas dalam video tersebut:
-
BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat)
Bantuan ini disebut sebagai bantuan tambahan di akhir tahun 2025.
Video tersebut menjelaskan bahwa BLT Kesra akan menyasar 35 juta KPM, termasuk KPM yang sudah terdaftar sebagai penerima PKH dan BPNT.
Total nominal yang diberikan adalah Rp900.000 untuk periode tiga bulan (Oktober-Desember), atau Rp300.000 per bulan, yang dijadwalkan mulai cair pada November 2025.
-
Bantuan Pangan (Beras dan Minyak Goreng)
Selain bantuan tunai, pemerintah juga disebut akan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kg beras ditambah 2 liter minyak goreng.
Bantuan ini ditujukan untuk keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4.
Targetnya adalah 18,20 juta KPM di seluruh Indonesia. Pengambilan bantuan ini biasanya dilakukan di titik distribusi yang ditunjuk, seperti balai desa atau e-warung.
-
PKH (Program Keluarga Harapan)
Ini adalah bantuan reguler dari Kemensos yang ditujukan bagi masyarakat kurang sejahtera.
Pencairan pada bulan November 2025 ini merupakan pencairan Tahap ke-4 untuk tahun 2025.
Nominal yang diterima KPM bervariasi, tergantung pada komponen (seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia) yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
-
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)
Seperti PKH, BPNT adalah bantuan reguler dari Kemensos. Bantuan ini memiliki nominal Rp200.000 per bulan.
Video tersebut menyatakan bahwa pencairan di bulan November juga memasuki Tahap ke-4 tahun 2025.
-
PBI JK (Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan)
Bantuan ini tidak berbentuk uang tunai, melainkan pembebasan iuran bulanan BPJS Kesehatan.
Nominal bantuan yang ditanggung pemerintah adalah Rp42.000 per orang per bulan, yang memberikan penerima manfaat akses gratis ke layanan BPJS Kesehatan Kelas 3.
-
Santunan Anak Yatim Piatu (Yapi)
Video ini juga menyebutkan adanya bantuan khusus sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk anak yatim piatu.
Nominal yang disebutkan adalah Rp270.000 per anak per bulannya.
Namun, ditegaskan bahwa kebijakan pencairan bisa berbeda di tiap daerah; beberapa daerah mungkin mencairkannya bulanan, sementara daerah lain mungkin merapelnya per tiga atau enam bulan.
-
PIP (Program Indonesia Pintar)
Bantuan ini berasal dari Kemendikbud dan ditujukan untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
Pencairan disebut masih akan berlangsung pada November hingga akhir Desember.
Nominalnya bervariasi berdasarkan jenjang pendidikan: SD (Rp450.000/tahun), SMP (Rp750.000/tahun), dan SMA (Rp1.000.000/tahun).
Video tersebut juga menyarankan pemirsa untuk mengecek status kelayakan penerima di situs web resmi cekbansos.co.id.
Demikian rangkuman informasi yang disajikan dalam video tersebut.
Masyarakat yang merasa berhak atas bantuan diimbau untuk aktif memeriksa status kepesertaan mereka melalui saluran resmi yang disediakan pemerintah. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo