Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

BREAKING! Presiden Prabowo Ingin Kereta Cepat Whoosh Diperpanjang Hingga Banyuwangi, Tegaskan Siap Tanggung Jawab Penuh Soal Utang Rp 118 Triliun

Damianus Bram • Rabu, 5 November 2025 | 01:39 WIB
Penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025).
Penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginan besar agar proyek kereta cepat Whoosh tidak berhenti hanya di rute Jakarta–Bandung–Surabaya.

Dilasir dari JawaPos.com, Prabowo menegaskan, Whoosh harus diperpanjang hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

“Saya minta tidak hanya (sampai) Surabaya. Banyuwangi (kereta cepat sampai Banyuwangi), ya. Banyuwangi. Surabaya itu zaman dulu, sekarang Banyuwangi,” kata Prabowo, mengisyaratkan ambisi besar dalam pengembangan infrastruktur Jawa.

Presiden Bertanggung Jawab Penuh Atas Pembiayaan Proyek

Di tengah polemik pembiayaan proyek KCJB yang total utangnya mencapai Rp 118 triliun, Prabowo menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh.

Ia meminta semua pihak, termasuk PT KAI dan masyarakat, tidak khawatir.

“PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir. Kita layani rakyat, kita berjuang untuk rakyat... Dan pada akhirnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi saya sekarang tanggung jawab untuk itu,” tegasnya.

Prabowo menuturkan, ia sudah mempelajari masalah utang Whoosh dan memastikan kondisi keuangan Indonesia masih sanggup menanggungnya.

“Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti utang itu, Whoosh semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan,” ujar Prabowo.

Transportasi Publik adalah Kewajiban Negara

Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak boleh menghitung untung rugi dalam menyediakan transportasi umum yang layak. Menurutnya, layanan transportasi publik adalah Public Service Obligation (PSO) yang wajib disediakan negara.

Ia juga menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi agar uang rakyat bisa benar-benar kembali untuk pelayanan publik.

“Kita sungguh-sungguh harus hentikan penyelewengan dan korupsi. Uang rakyat enggak boleh dicuri, karena akan kita kembalikan kepada pelayanan untuk rakyat,” jelasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#kereta cepat #Presiden Prabowo #WHOOSH #banyuwangi