Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sinuhun Pakubuwono XIII Meninggal Dunia Sakit Apa? Ini Riwayat Penyakit Sosok Raja Keraton Solo Diungkap Sang Adik

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 5 November 2025 | 00:23 WIB

 

Paku Buwono XIII duduk di singgasana raja saat acara Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII ke-21 Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (26/1/2025).
Paku Buwono XIII duduk di singgasana raja saat acara Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII ke-21 Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (26/1/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Tabir duka menyelimuti Kota Solo.

Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII, wafat pada usia 77 tahun di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Minggu (2/11/2025) pagi.

Kini, penyebab di balik kepergian sang raja terungkap.

Adik kandung almarhum, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng), membeberkan bahwa PB XIII meninggal akibat komplikasi penyakit yang sudah lama dideritanya.

Kondisi sang raja disebut semakin memburuk setelah ia "terlalu diforsir" untuk menghadiri sebuah prosesi adat sebulan lalu.

Riwayat Penyakit: Gula Darah Tinggi dan Komplikasi Ginjal

Gusti Moeng menjelaskan bahwa kondisi PB XIII sudah kritis saat dilarikan ke rumah sakit.

Penyakit gula darah tinggi yang diidapnya selama bertahun-tahun diduga telah berdampak fatal pada organ vitalnya.

“Waktu masuk setahu saya gulanya tinggi. Sudah menuju perusakan ginjal," jelas Gusti Moeng.

Tim medis sempat berupaya melakukan tindakan cuci darah. Namun, kondisi fisik Sinuhun yang sudah sepuh tak mampu bertahan.

"Sempat dicuci darah tapi kelihatannya Sinuhun nggak kuat. 1,5 jam sudah anfal (kolaps) terus diberhentikan,” tuturnya.

Pemicu Drop: 'Terlalu Diforsir' Saat Acara Adat

Menurut Gusti Moeng, kondisi sang kakak sebetulnya sudah sangat menurun jauh sebelum dirawat intensif.

Puncaknya adalah saat prosesi adat Adang Tahun Dal pada 7 September 2025 lalu.

Meski dalam keadaan sakit parah, Sinuhun PB XIII disebut tetap "dipaksa" hadir untuk menjalankan tugasnya.

“Sinuhun sebetulnya sakit banget tapi dipaksa harus tindak (datang) ke pawon. Menjalankan tugasnya untuk kembul bujono (makan bersama) dengan abdi dalem. Terlalu diforsir,” ungkap Gusti Moeng.

Setelah prosesi tersebut, kondisi Sinuhun tak kunjung membaik dan harus dirawat intensif selama sebulan terakhir.

"Kursi roda sudah 6 tahun mungkin," tambahnya, menggambarkan perjuangan panjang sang raja melawan sakit.

Dikonfirmasi Kerabat Keraton

Keterangan ini diperkuat oleh kerabat keraton lainnya, KPH Eddy Wirabhumi.

Ia membenarkan bahwa PB XIII memang sudah lama sakit dan kondisinya drop pasca-acara Adang Dal tersebut.

"Iya cukup lama, sebelum Adang Dal beliau sempat masuk (rumah sakit), kemudian lumayan sehat kondur (pulang). Kemudian acara Adang Dal itu gerah (sakit) lagi, masuk lagi sampai sekarang," jelas Eddy.

"Terakhir komplikasi, termasuk gula darahnya tinggi dan seterusnya. Sudah sepuh (tua) juga,” imbuhnya.

Sesuai rencana, almarhum Sinuhun Pakubuwono XIII akan disemayamkan di Keraton Solo sebelum dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, pada Rabu (5/11/2025). (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#meninggal dunia #Sinuhun Pakubuwono XIII #sakit #raja keraton solo #riwayat penyakit