SOLOBALAPAN.COM – PT Taspen (Persero) mengimbau seluruh peserta, terutama pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk selalu waspada terhadap berbagai modus baru penipuan yang menggunakan nama dan atribut resmi perusahaan.
Imbauan ini dikeluarkan lantaran maraknya peredaran isu kenaikan gaji pensiunan PNS dan penipuan berbasis daring lainnya.
Henra, Corporate Secretary Taspen, menegaskan pihaknya memahami bahwa peserta, khususnya pensiunan, rentan menjadi target utama para pelaku kejahatan digital.
“Taspen secara konsisten memperkuat sistem keamanan data, mengedukasi peserta mengenai literasi digital, serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang merugikan masyarakat,” kata Henra, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (28/10/2025).
Modus Penipuan dan Poin Penting yang Harus Diperhatikan
Taspen mencatat, beberapa modus penipuan yang marak saat ini meliputi permintaan data pribadi (phishing), janji kenaikan tunjangan pensiun, pengembalian dana, hingga penyebaran surat tugas palsu yang sangat mirip dengan dokumen resmi.
Henra menegaskan beberapa poin penting yang wajib diperhatikan para peserta:
- Tidak Minta Data Langsung: Taspen tidak pernah meminta data langsung, verifikasi, maupun pembaruan data peserta melalui pesan pribadi/telepon.
- Kenaikan Gaji Hoaks: Taspen tidak memberikan kenaikan gaji atau tunjangan pensiun di luar ketetapan resmi pemerintah.
- Pengembalian Dana: Taspen tidak memberikan pengembalian dana dalam bentuk apa pun.
Peserta diimbau untuk mengabaikan surat tugas atau edaran yang mengatasnamakan Taspen jika tidak diterbitkan secara resmi oleh perusahaan.
Sinergi dengan Polri dan Komdigi
Dalam rangka memperkuat langkah pengamanan, Taspen telah menjalin kerja sama strategis dengan Bareskrim Polri dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Sinergi ini bertujuan meningkatkan koordinasi dalam pencegahan dan penindakan terhadap kasus penipuan digital yang mengatasnamakan Taspen.
“Keamanan dan kenyamanan peserta adalah prioritas kami. Langkah tegas dalam menghadapi maraknya penipuan digital ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama untuk perluasan perlindungan sosial,” tutup Henra. (dam)
Editor : Damianus Bram