SOLOBALAPAN.COM — Istilah “epok-epok keliling” mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial usai insiden live akun resmi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang tanpa sengaja bocor dan menampilkan percakapan pribadi adminnya, Hening Dzikrillah.
Kalimat yang diucapkan saat live itu menimbulkan spekulasi luas di kalangan publik, terutama karena dianggap menggambarkan aktivitas sang wali kota sebagai “pura-pura turun ke lapangan”.
Asal Mula Ucapan “Epok-Epok Keliling”
Kejadian bermula ketika Hening Dzikrillah, staf humas Pemkot Surabaya sekaligus pengelola akun media sosial Eri Cahyadi, sedang melakukan siaran langsung.
Ia mengira sesi live telah dijeda dan mikrofon sudah mati, padahal suaranya masih terekam.
Dalam percakapan santai dengan rekan kerjanya, terdengar Hening berkata:
“Kalau seperti ini, Mat, videonya kan bagus. Kita simpan saja dulu kalau aja nanti hujan bisa dipakai jadi seolah-olah bapak keliling,”
dan kalimat lain yang kemudian viral,
“Bapak epok-epok keliling.”
Istilah “epok-epok keliling” sendiri berasal dari bahasa Jawa, yang berarti “bapak seolah-olah keliling” atau “pura-pura turun ke lapangan.”
Ungkapan ini sontak memicu perdebatan karena dinilai menyudutkan citra Wali Kota Surabaya sebagai pemimpin yang dikenal aktif menyapa warga dan turun langsung ke lapangan.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Hening Dzikrillah
Mengetahui videonya viral, Hening Dzikrillah langsung menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka.
Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut murni kesalahan pribadi dan sama sekali tidak melibatkan Wali Kota Surabaya.
“Walikota Surabaya tak ada sangkut pautnya dengan kejadian ini, bahkan beliau juga tak pernah ikut campur setiap konten yang diunggah di media sosialnya,” ujarnya.
Dalam video permintaan maaf yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @heningdzikrillah, Hening tampak menyesal dan mengaku siap menanggung konsekuensi atas kelalaiannya.
Tak hanya itu, Hening juga menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menjelekkan atau merendahkan sosok Eri Cahyadi.
Ia menyebut pernyataan itu keluar tanpa sadar saat bercanda dengan rekan satu tim.
Nasib Hening Dzikrillah Kini Disorot
Sejak video tersebut mencuat, posisi Hening Dzikrillah sebagai admin media sosial sekaligus staf humas Pemkot Surabaya kini disebut terancam.
Publik ramai memperbincangkan apakah dirinya masih akan dipertahankan di jabatan itu atau diberhentikan sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Hening sendiri dikenal sebagai lulusan Ilmu Komunikasi STIKOSA-AWS yang aktif di berbagai kegiatan publik.
Selain berkarier di bidang humas, ia juga kerap menjadi Master of Ceremony (MC) di sejumlah acara resmi. (lz)
Editor : Laila Zakiya