Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apa yang Dibilang Admin saat Live Medsos Walikota Surabaya Eri Cahyadi? Kini Sampai Mundur dari Pekerjaan, Videonya Viral

Laila Zakiya • Minggu, 2 November 2025 | 21:57 WIB
Walikota Surabaya Eri Cahyadi.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan viralnya video siaran langsung (live) akun resmi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang berujung pada pengunduran diri admin tim media sosial sang wali kota.

Insiden yang bermula dari candaan ringan itu kini menjelma menjadi pembicaraan hangat publik dan menimbulkan berbagai reaksi dari warganet.

Mic Bocor Saat Live, Candaan Jadi Bumerang

Kejadian bermula saat akun media sosial resmi milik Wali Kota Surabaya melakukan siaran langsung untuk mendokumentasikan kegiatan Eri Cahyadi di lapangan.

Namun, ketika live dijeda, mikrofon ternyata masih aktif dan merekam percakapan internal dari tim admin.

Dalam video yang tersebar luas di TikTok dan Instagram, terdengar suara seorang perempuan dari tim media sosial yang berkata:

“Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak wali turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi kalau ada hujan.”

Tak berhenti di situ, sang admin juga menambahkan dengan nada bercanda,

“Kan nyipratin bapak disemprot, kayak gini kan bagus tuh bapak turun. Videonya kita simpan dulu aja, biar besok hujan bisa dipakai ya, epok-epok keliling.”

Ungkapan “epok-epok keliling”, yang dalam bahasa Jawa berarti pura-pura kerja, sontak memicu perdebatan di dunia maya.

Banyak yang menilai candaan itu tidak pantas karena bisa menimbulkan kesan bahwa kegiatan Eri Cahyadi selama ini hanya pencitraan.

Video berdurasi pendek tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @exploretuban pada 1 November 2025 dan kini telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.

Admin Akui Kesalahan dan Mundur dari Jabatan

Setelah video itu viral, sang admin yang diketahui bernama Hening Dzikrillah langsung membuat klarifikasi terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @heningdzikrillah.

Dalam video berdurasi singkat, Hening terlihat menahan tangis sambil menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan kepada Wali Kota Surabaya.

“Terkait kejadian pengelolaan akun media sosial milik Pak Wali Kota Surabaya, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas apa yang saya lakukan. Ini murni kesalahan pribadi saya, meskipun konteksnya saya bercanda dengan teman semobil saya,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia juga menegaskan bahwa Eri Cahyadi tidak terlibat langsung dalam pengelolaan akun tersebut dan semua unggahan dilakukan secara mandiri oleh tim media sosial.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Hening memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

“Dengan penuh rasa tanggung jawab, saya memohon maaf kepada Pak Wali Kota dan saya mengajukan pengunduran diri,” tambahnya.

Langkah berani tersebut justru menuai simpati dari warganet, yang menilai Hening sudah menunjukkan sikap dewasa dan profesional.

“Namanya manusia pasti bisa khilaf. Tapi salut, dia berani tanggung jawab,” tulis akun @moanakbisquat.

“Pelajaran penting buat semua tim medsos pejabat. Mic bocor bisa jadi bencana,” tambah akun @bang.qoqod. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #eri cahyadi #live medsos #admin #walikota surabaya