Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Live Medsos Walikota Eri Cahyadi Viral, DPRD Buka Suara, Nasib Admin Tim Media Sosial Terancam?

Laila Zakiya • Minggu, 2 November 2025 | 18:47 WIB
Walikota Surabaya Eri Cahyadi.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar heboh datang dari Kota Surabaya. Sebuah live media sosial milik Wali Kota Eri Cahyadi mendadak viral setelah suara admin tim medsos bocor dan terekam saat siaran sedang dijeda.

Yang seharusnya menjadi momen interaktif dengan warga, justru berubah jadi kontroversi yang ramai dibicarakan netizen.

Bocornya Live: “Epok-epok Keliling” Jadi Sorotan

Dalam potongan video yang tersebar di TikTok dan Instagram, terdengar suara perempuan dari tim media sosial yang tanpa sadar masih terekam meski siaran live sudah dijeda.

“Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak wali turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi kalau ada hujan,” ucap sang admin yang kemudian menambahkan,

“Kan nyipratin bapak disemprot, kayak gini kan bagus tuh bapak turun. Videonya kita simpan dulu aja, biar besok hujan bisa dipakai ya, epok-epok keliling.”

Kalimat “epok-epok keliling” yang berarti pura-pura kerja itu pun langsung jadi bahan pembicaraan publik.

Banyak yang menilai candaan tersebut menyudutkan Eri Cahyadi seolah kegiatan lapangan yang dilakukan sang wali kota hanyalah “setting-an”.

Video itu diunggah oleh akun TikTok @exploretuban pada 1 November 2025 dan telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali, membuat nama Eri Cahyadi kembali trending di media sosial.

Admin Tim Medsos Minta Maaf dan Mengundurkan Diri

Menanggapi viralnya video itu, admin tim media sosial Wali Kota Eri Cahyadi segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada publik.

Ia mengaku ucapannya hanya sebatas candaan internal tanpa maksud merendahkan atau menimbulkan kesan negatif terhadap sang wali kota.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat dan Bapak Wali Kota atas ucapan saya yang keliru. Tidak ada maksud untuk menyinggung atau menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, ia juga memutuskan mundur dari tim media sosial Pemkot Surabaya, sebuah langkah yang diapresiasi banyak pihak.

DPRD Surabaya: “Ini Hanya Kelalaian Individu”

Menanggapi polemik yang meluas, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni akhirnya buka suara.

Ia menilai kasus ini tidak perlu diperbesar dan tidak mencerminkan kinerja Wali Kota Eri Cahyadi.

“Saya kira itu murni kelalaian individu. Tidak elok kalau kemudian dipukul rata seolah kegiatan lapangan Pak Wali hanya pencitraan,” tegasnya, Minggu (2/11/2025).

Menurut Arif Fathoni, warga Surabaya sudah tahu bahwa Eri Cahyadi dikenal sebagai pemimpin yang benar-benar turun langsung ke lapangan, bukan hanya saat kamera menyala.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat sang admin yang langsung meminta maaf dan mundur.

“Manusia tempatnya salah. Yang penting dia berani bertanggung jawab. Itu langkah terhormat yang jarang dilakukan di birokrasi,” tambahnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#eri cahyadi #dprd #live medsos #walikota #surabaya