Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ironi Desa Rengasjajar Bogor: Warga Menjerit Tak Bisa Makan Usai Tambang Ditutup KDM, Padahal Wilayah Ini Raup Puluhan Miliar Per Tahun

Damianus Bram • Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:29 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan).

SOLOBALAPAN.COM – Tragedi ekonomi melanda Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. 

Hal ini terjadi setelah aktivitas pertambangan di Parung Panjang, Cigudeg, dan sekitarnya ditutup sementara oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Tak hanya itu saja, sejumlah warga di desa yang menjadi lokasi mayoritas tambang ini mengaku kesulitan untuk bertahan hidup.

Ironisnya, kesulitan ini terjadi di desa yang dipimpin oleh Kades Rusli selama tiga periode dan diketahui memiliki pemasukan puluhan miliar rupiah setiap tahun dari aktivitas pertambangan. (Versi KDM: Rp 43 miliar setahun; versi Kades Rusli: Rp 30 miliar setahun).

Kisah Pilu Linmas yang Hanya Makan Kelapa

Salah satu video yang mendapat sorotan tajam dari publik adalah video anggota Linmas bernama Ahmad Sayani.

Ia mengaku sangat kesulitan hidup akibat terdampak penutupan tambang. Saking tak punya uang untuk beli beras, Ahmad Sayani mengaku hanya bisa bertahan hidup dengan memakan buah kelapa.

Momen mengharukan ini menarik perhatian KDM. Ahmad Sayani bahkan sampai diundang ke rumah Dedi Mulyadi dan ditanya tentang aktivitas dan kehidupannya.

Video ini diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, memicu simpati sekaligus pertanyaan publik tentang alokasi dana desa yang fantastis.

Profil Desa Rengasjajar

Desa Rengasjajar menjadi sorotan karena merupakan lokasi sentral tambang di Cigudeg.

Asal Nama: Nama Rengasjajar diambil karena saking banyaknya pohon Rengas yang berjajar hingga jauh ke perbatasan desa.

Demografi: Desa ini memiliki total penduduk sebanyak 12.858 jiwa (6.287 laki-laki dan 6.571 perempuan).

Kades Rusli bercerita, Desa Rengasjajar berdiri sejak sekitar tahun 1950-an. Rusli sendiri menjabat sebagai PJS Kepala Desa pada 2001, dan kemudian terpilih menjadi kepala desa periode pertama di tahun 2007, hingga saat ini menjabat di periode ketiganya.

Kontras antara kekayaan desa yang melimpah dari tambang dengan jeritan warga yang mengaku tidak bisa makan pasca penutupan tambang menjadi kritik keras terhadap tata kelola dan transparansi dana desa. (dam)

 

Editor : Damianus Bram
#KDM #gubernur jawa barat #parung panjang #pertambangan #Cigudeg #dedi mulyadi #bogor #Desa Rengasjajar