SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial dihebohkan oleh video yang memperlihatkan istri Rusli, Kepala Desa Rengasjajar, Cigudeg, Bogor, tengah memamerkan gepokan uang dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu di dalam mobil.
Video ini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat Rengasjajar yang sedang kesulitan ekonomi pasca penutupan sementara aktivitas pertambangan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Kontroversi semakin memanas mengingat desa Rengasjajar diketahui meraup pendapatan besar dari aktivitas tambang, yang menurut kalkulasi KDM bisa mencapai Rp 43 miliar setahun (meski Kades Rusli hanya mengakui Rp 30 miliar setahun).
Klarifikasi Kades Rusli: Video Candaan Lama di Bulan Juli
Baca Juga: Kini Pisah Baik-baik, Sabrina Chairunnisa Dulu yang Jadi Saksi Perjalanan Mualaf Deddy Corbuzier
Atas beredarnya video tersebut, Kades Rusli akhirnya menyampaikan klarifikasi.
Ia memastikan aksi sang istri pamer uang tersebut tidak ada kaitannya dengan dampak kesulitan ekonomi yang dialami warga akibat penutupan tambang yang terjadi sekitar satu bulan belakangan.
“Video itu dibuat waktu penutupan sebagian kegiatan tambang pada Juli 2025, tidak ada kaitannya tindakan ibu lurah dengan penghinaan masyarakat yang terdampak saat ini,” kata Rusli, dilansir dari Radar Bogor.
Menurut Rusli, video itu dibuat tujuannya hanya sebatas bercanda dengan salah satu sopir truk tambang yang memang bekerja dengan istrinya.
Namun, video candaan tersebut menyebar luas dan menimbulkan kontroversi.
Rusli menduga, video itu di-download dari status WA istrinya dan diberi caption berlebihan. “[Video itu] diadu domba dengan masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.
Kades Rusli meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah video yang beredar, menegaskan bahwa tidak ada maksud sama sekali untuk menghina masyarakat atau mereka yang terkena dampak penutupan aktivitas pertambangan.
Ia mengimbau warga untuk tidak menyalahkan berita yang belum pasti kebenarannya (hoax). (dam)
Editor : Damianus Bram