Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lagi! Atap Ponpes Ambruk hingga Tewaskan Santri, Kali Ini Terjadi di Asrama Putri Pondok Pesantren Situbondo

Laila Zakiya • Rabu, 29 Oktober 2025 | 22:53 WIB

 

Ilustrasi jenazah - Viral Brigadir AK anggota Polda Jateng diduga habisi nyawa anaknya.
Ilustrasi jenazah - Viral Brigadir AK anggota Polda Jateng diduga habisi nyawa anaknya.

SOLOBALAPAN.COM — Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan pesantren.

Sebuah tragedi memilukan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Desa Belimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Satu santriwati dilaporkan meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka-luka setelah atap kamar asrama putri ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Insiden tersebut menambah daftar panjang musibah yang menimpa sejumlah pondok pesantren di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Atap Ambruk Setelah Hujan Deras dan Angin Kencang

Kapolsek Besuki, AKP Febry Hermawan, menjelaskan bahwa ambruknya atap diduga kuat akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Besuki sejak malam sebelumnya.

“Berdasarkan informasi dari pihak pesantren, insiden ambruknya atap asrama putri itu terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan deras disertai angin,” ujar AKP Febry di Situbondo, Rabu (29/10).

Peristiwa itu terjadi begitu cepat, membuat 19 santriwati yang tengah beristirahat di dalam kamar tidak sempat menyelamatkan diri.

Beberapa di antaranya tertimpa reruntuhan kayu dan genting sebelum akhirnya dievakuasi oleh pengurus pondok dan warga sekitar.

Satu Santri Meninggal Dunia, Empat Dirawat di Rumah Sakit

Pengasuh Ponpes, Kiai Hasan, membenarkan bahwa ada satu santri yang meninggal dunia, sementara 14 orang lainnya mengalami luka ringan dan empat santri harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

“Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal,” kata Kiai Hasan dengan nada pilu.

Korban meninggal diketahui bernama Putri, warga Dusun Rawan, Desa Besuki, Kabupaten Situbondo.

Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara para korban luka kini tengah menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit setempat.

Pengasuh pesantren juga memastikan bahwa seluruh santri lainnya dalam kondisi aman dan sedang mendapat pendampingan psikologis.

Polisi Turun Tangan, TKP Langsung Diselidiki

Usai kejadian, Tim Inafis Polres Situbondo langsung diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan penyebab pasti robohnya bangunan.

“Penanganan peristiwa ini sudah diambil alih oleh Polres Situbondo. Polisi juga telah melakukan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Febry.

Bangunan asrama putri yang roboh tersebut diketahui merupakan gedung lama yang telah digunakan bertahun-tahun.

Diduga, struktur atap yang rapuh dan kayu yang lapuk memperparah dampak saat diterpa hujan deras.

Gubernur Jateng Siap Kirim Bantuan dan Evaluasi Bangunan Ponpes

Meski masih dalam tahap investigasi, pihak pemerintah daerah disebut tengah mempersiapkan langkah tanggap darurat.

Bantuan logistik dan material dikabarkan segera dikirimkan ke lokasi untuk membantu perbaikan asrama yang rusak.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum setempat berencana melakukan audit struktural bangunan pesantren lain di wilayah Situbondo guna mencegah tragedi serupa terulang kembali. (lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#situbondo #viral #asrama putri #ponpes