Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger Motor Brebet Meluas di Surabaya Usai Isi Bensin, Ini Kata Para Mekanik

Damianus Bram • Rabu, 29 Oktober 2025 | 02:32 WIB
Keluhan Motor Brebet Usai Isi Bensin Meluas di Surabaya, Mekanik Ungkap Motor Matic dan Karbu Paling Rawan.
Keluhan Motor Brebet Usai Isi Bensin Meluas di Surabaya, Mekanik Ungkap Motor Matic dan Karbu Paling Rawan.

SOLOBALAPAN.COM – Dalam dua hari terakhir, bengkel-bengkel di Surabaya dipenuhi keluhan serupa dari pengendara motor, dimana kendaraan bermotor mereka tiba-tiba tersendat lalu mati, atau istilah familiarnya, brebet, padahal tangki masih terisi bensin. Fenomena ini memicu keheranan di kalangan mekanik.

Anton, mekanik bengkel di kawasan Ngagel, Surabaya, mengaku dalam sehari sudah menerima delapan motor dengan keluhan yang sama.

“Hari ini sudah ada delapan motor yang datang gara-gara brebet. Tujuh pengendara motor mengaku brebet setelah pakai Pertalite, satu pengendara lagi pakai Pertamax,” tutur Anton, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (28/10/2025).

Meski disarankan mengisi bensin lagi (Pertamax), motor tersebut tetap brebet.

Bensin Bau Tak Enak dan Motor Paling Rawan

Kondisi serupa dialami Rudi Hartano, mekanik bengkel di wilayah Semolowaru, Surabaya. Dalam sehari, ia memperbaiki dua kendaraan, salah satunya motor Beat keluaran terbaru.

“Saya cek bensinnya, baunya nggak enak, seperti endapan lama,” ujar Rudi Hartano kepada JawaPos.com, Selasa (28/10).

Mekanik berusia 49 tahun tersebut mengungkapkan ciri-ciri motor mengalami brebet karena bensin yang bermasalah, dimana motor sulit nyala, dan ketika digas tidak lancar, seperti bensin habis padahal masih ada.

Rudi juga memperingatkan jenis motor yang paling rawan mengalami brebet.

“Motor yang rawan atau paling gampang brebet itu motor-motor matik dan motor karbu, yakni sepeda motor yang menggunakan karburator, seperti Supra X, Yamaha Vega, Honda Astrea, itu rawan brebet,” imbuhnya.

Langkah perbaikan awal yang dilakukan Rudi adalah mengecek kondisi busi dan CDI (Capacitor Discharge Ignition). Jika masalah berlanjut hingga mesin, biaya perbaikan bisa mencapai jutaan rupiah.

Klarifikasi Pertamina: Distribusi Sesuai SOP

Terpisah, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, memastikan bahwa seluruh proses distribusi BBM sudah sesuai SOP.

“Setiap tahapan distribusi dilakukan sesuai standar yang ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai,” tutur Ahad.

Ia menambahkan, pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium dilakukan sebelum BBM disalurkan kepada masyarakat. (dam)

Editor : Damianus Bram
#motor brebet #pertalite #isi bensin #pertamina